Nekat Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, AS Lakukan Kesalahan Fatal
Sabtu, 04 Februari 2017 - 04:56 WIB
Nekat Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, AS Lakukan Kesalahan Fatal
A
A
A
ANKARA - Mantan Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan, memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem akan menjadi kesalahan fatal. Pemindahan itu akan menyebabkan ketegangan dan konflik berdarah antara Palestina dan Israel serta menghancurkan kesempatan solusi dua negara.
"Langkah ini akan memicu siklus kekerasan lebih lanjut dan pertumpahan darah serta memberikan dasar politik yang subur bagi segala macam ekstrimisme untuk tumbuh dan berkembang di wilayah itu," kata Davutoglu seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (4/2/2017).
"Yerusalem bukan hanya Yerusalem. Hal ini tidak hanya masalah sengketa antara Israel dan Palestina, atau bahkan orang-orang Arab secara keseluruhan, tetapi sumber potensi yang jauh lebih besar dari sekedar gesekan," ucapnya merujuk pada makna simbolis dari Yerusalem dan potensinya meningkatkan keamanan.
Selama kampanye pemilu, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk memindahkan misi diplomatik AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan ini berarti pengakuan Yerusalem sebagai ibukota negara Israel oleh AS, sesuatu yang ditolak oleh PBB dan negara-negara besar dunia.
"Langkah ini akan memicu siklus kekerasan lebih lanjut dan pertumpahan darah serta memberikan dasar politik yang subur bagi segala macam ekstrimisme untuk tumbuh dan berkembang di wilayah itu," kata Davutoglu seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (4/2/2017).
"Yerusalem bukan hanya Yerusalem. Hal ini tidak hanya masalah sengketa antara Israel dan Palestina, atau bahkan orang-orang Arab secara keseluruhan, tetapi sumber potensi yang jauh lebih besar dari sekedar gesekan," ucapnya merujuk pada makna simbolis dari Yerusalem dan potensinya meningkatkan keamanan.
Selama kampanye pemilu, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk memindahkan misi diplomatik AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan ini berarti pengakuan Yerusalem sebagai ibukota negara Israel oleh AS, sesuatu yang ditolak oleh PBB dan negara-negara besar dunia.
(ian)