Putin Tuduh Ukraina Letuskan Eskalasi untuk Mengemis Bantuan AS

Jum'at, 03 Februari 2017 - 16:03 WIB
Putin Tuduh Ukraina...
Putin Tuduh Ukraina Letuskan Eskalasi untuk Mengemis Bantuan AS
A A A
BUDAPEST - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina meletuskan eskalasi terbaru di Ukraina timur dengan kelompok pemberontak pro-Rusia untuk “mengemis” bantuan dari Amerika Serikat (AS) dan negara Barat lainnya. Wilayah Donetsk, Ukraina timur, dalam sepekan ini dilanda konflik lagi dengan korban tewas mencapai 12 orang.

Presiden baru AS Donald Trump yang memberi sinyal untuk bersahabat dengan Rusia telah membuat Ukraina khawatir. Di era pemerintahan Barack Obama, AS sepenuhnya mendukung Ukraina yang berseteru dengan Rusia.

Tapi, di era Trump, AS telah mempertimbangkan untuk meringankan sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia sejak krisis Ukraina pecah.

”Kepemimpinan Ukraina membutuhkan uang, dan cara terbaik untuk mendapatkan (bantuan) Uni Eropa, AS dan organisasi internasional adalah dengan menyamar sebagai korban agresi,” kata Putin di Budapest setelah pertemuan dengan Presiden Hungaria Viktor Orban, seperti dikutip dari Fox News, Jumat (3/2/2017).

Pada hari Kamis, pertempuran di wilayah Ukraina timur memasuki hari kelima. Pasukan militer Ukraina menggunakan artileri untuk menyerang pasukan pemberontak pro-Rusia di Avdiivka, Donetsk. Wilayah Donetsk sudah lama dikuasai pasukan pemberontak Ukraina dan telah memproklamirkan diri sebagai wilayah yang merdeka, tapi tidak diakui oleh Ukraina.

Menurut laporan The Associated Press, tembakan peluncur roket Grad di kedua kubu yang beperang terdengar hampir setiap malam dalam sepekan terakhir. Di Donetsk, otoritas pemberontak mengatakan dua warga sipil terluka dan 12 orang tewas sejak pertempuran terbaru pecah di sekitar Avdiivka.

Krisis di Ukraina timur pecah sejak April 2014. Perang saudara itu telah menewaskan lebih dari 9.700 orang. Konflik sempat mereda setelah kedua pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, dalam sepekan ini konflik di wilayah di Ukraina timur memanas lagi.

”Saya lahir pada tahun 1941, saya berada di situasi perang saat lahir dan sekarang saya melihatnya lagi," kata warga Avdiivka, Valentina Pasternak, saat berdiri di teras rumahnya.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Krisis Ukraina...
Rusia: Krisis Ukraina akibat Tujuan Kebijakan Amerika Serikat
4 Senjata Ukraina yang...
4 Senjata Ukraina yang Dipasok oleh Amerika Serikat
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Rusia: Dunia yang Berpusat...
Rusia: Dunia yang Berpusat pada Amerika Serikat Segera Berakhir
Survei: Warga Amerika...
Survei: Warga Amerika Serikat Makin Ragu Dukung Ukraina
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
29 menit yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
1 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
3 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
5 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved