Kremlin Sebut Putin-Trump Bisa Bertemu pada Pertengahan Tahun
Senin, 30 Januari 2017 - 21:31 WIB
Kremlin Sebut Putin-Trump Bisa Bertemu pada Pertengahan Tahun
A
A
A
MOSKOW - Kremlin menuturkan, masih terlalu dini untuk membicarakan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Meski demikian Kremlin menyebut keduanya bisa saja bertemu sebelum pertemuan G20 pada bulan Juli.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pembicaraan melalui telepon antara Putin dan Trump pada akhir pekan lalu adalah hal yang bagus dalam upaya perbaikan hubungan kedua negara. Namun, itu tidak berarti pertemuan keduanya akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Pertama-tama kita harus memastikan tanggal, dan waktu pertemuan antar kedua pemimpin. Para pembantu dari kedua pemimpin sedang membahas hal tersebut saat ini," kata Peskov dalam sebuah pernyataan.
"Pertemuan antara keduanya bisa saja terjadi sebelum pertemuan G-20 yang rencananya akan digelar pada 6 dan 7 Juli mendatang di Hamburg," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (30/1).
Peskov menambahakan, dalam perbicangan antara Putin dan Trump, masalah pengangkatan sanksi tidak menjadi topik pembicaraan keduanya. AS menjatuhkan saksi ekonomi kepada Rusia sejak 2014 lalu, karena AS menuding Rusia terlibat dalam konflik Ukraina.
"Tapi, kami telah melihat kesiapan untuk memecahkan masalah yang sulit melalui dialog, yang Presiden Putin telah lama serukan dan sayangnya di tahun-tahun sebelumnya tidak mendapat respon," tukasnya.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pembicaraan melalui telepon antara Putin dan Trump pada akhir pekan lalu adalah hal yang bagus dalam upaya perbaikan hubungan kedua negara. Namun, itu tidak berarti pertemuan keduanya akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Pertama-tama kita harus memastikan tanggal, dan waktu pertemuan antar kedua pemimpin. Para pembantu dari kedua pemimpin sedang membahas hal tersebut saat ini," kata Peskov dalam sebuah pernyataan.
"Pertemuan antara keduanya bisa saja terjadi sebelum pertemuan G-20 yang rencananya akan digelar pada 6 dan 7 Juli mendatang di Hamburg," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (30/1).
Peskov menambahakan, dalam perbicangan antara Putin dan Trump, masalah pengangkatan sanksi tidak menjadi topik pembicaraan keduanya. AS menjatuhkan saksi ekonomi kepada Rusia sejak 2014 lalu, karena AS menuding Rusia terlibat dalam konflik Ukraina.
"Tapi, kami telah melihat kesiapan untuk memecahkan masalah yang sulit melalui dialog, yang Presiden Putin telah lama serukan dan sayangnya di tahun-tahun sebelumnya tidak mendapat respon," tukasnya.
(esn)