Pertama Kali di Tahun Ini, Mesir Buka Perbatasannya dengan Gaza
Minggu, 29 Januari 2017 - 19:14 WIB
Pertama Kali di Tahun Ini, Mesir Buka Perbatasannya dengan Gaza
A
A
A
GAZA - Pemerintah Mesir akhir pekan kemarin membuka perbatasa Rafah untuk pertama kalinya sejak awal tahun ini. Begitu yang dikatakan pejabat dari kelompok gerakan Islam Hamas.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan Mesir telah membuka penyeberangan selama empat hari. Pembukaan perbatasan ini memungkinkan ratusan warga Palestina untuk melakukan perjalanan melalui persimpangan Gaza dengan Mesir, di kedua arah seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (29/1/2017).
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa hampir 20 ribu orang Palestina terdaftar untuk melakukan perjalanan karena alasan kemanusiaan, termasuk pendidikan, perawatan medis dan penyatuan kembali keluarga.
Mesir terakhir dibuka persimpangan pada 17 Desember selama empat hari, setelah tuntutan Palestina untuk lebih sering membuka wilayah perbatasan. Pembukaan perlintasan datang sehari setelah Wakil Kepala Hamas Ismail Haneya kembali ke Gaza setelah menghabiskan empat bulan di Qatar.
Rafah adalah satu-satunya titik penyeberangan yang tersedia untuk sekitar dua juta warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza. Wilayah itu diembargo setelah telah gerakan Islam Hamas menguasainya pada tahun 2007.
Pembatasan pada persimpangan perbatasan telah mengakibatkan konsekuensi yang parah pada situasi ekonomi dari Jalur Gaza.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan Mesir telah membuka penyeberangan selama empat hari. Pembukaan perbatasan ini memungkinkan ratusan warga Palestina untuk melakukan perjalanan melalui persimpangan Gaza dengan Mesir, di kedua arah seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (29/1/2017).
Pernyataan itu juga mengatakan bahwa hampir 20 ribu orang Palestina terdaftar untuk melakukan perjalanan karena alasan kemanusiaan, termasuk pendidikan, perawatan medis dan penyatuan kembali keluarga.
Mesir terakhir dibuka persimpangan pada 17 Desember selama empat hari, setelah tuntutan Palestina untuk lebih sering membuka wilayah perbatasan. Pembukaan perlintasan datang sehari setelah Wakil Kepala Hamas Ismail Haneya kembali ke Gaza setelah menghabiskan empat bulan di Qatar.
Rafah adalah satu-satunya titik penyeberangan yang tersedia untuk sekitar dua juta warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza. Wilayah itu diembargo setelah telah gerakan Islam Hamas menguasainya pada tahun 2007.
Pembatasan pada persimpangan perbatasan telah mengakibatkan konsekuensi yang parah pada situasi ekonomi dari Jalur Gaza.
(ian)