Rusia-Iran-Turki Dorong Mekanisme Perdamaian Suriah

Rabu, 25 Januari 2017 - 23:28 WIB
Rusia-Iran-Turki Dorong...
Rusia-Iran-Turki Dorong Mekanisme Perdamaian Suriah
A A A
ASTANA - Rusia, Iran, dan Turki menyepakati pembentukan mekanisme bersama untuk mengawasi gencatan senjata di Suriah. Kesepakatan itu merupakan hasil dari perundingan damai antara pemberontak dan rezim Suriah yang digelar di Astana, Kazakhstan, kemarin. Meski demikian, kelompok oposisi Suriah kecewa dengan hasil perundingan tersebut.

“Mereka telah sepakat membentuk mekanisme tiga pihak untuk mengawasi dan menjamin pelaksanaan gencatan senjata, mencegah semua provokasi, dan menentukan semua kebutuhan gencatan senjata,” papar pernyataan akhir negosiasi di Astana, dibacakan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Kazakhstan Kairat Abdrakhmanov, dikutip kantor berita AFP.

Abdrakhmanov menambahkan, Rusia, Iran, dan Truki mendukung partisipasi oposisi Suriah dalam negosiasi yang dimediasi PBB di Jenewa pada 8 Februari mendatang. Pemberontak Suriah mengaku tidak senang dengan kesepakatan yang tercapai dalam perundingan di Astana.

“Iran terlibat dalam sejumlah serangan militer di beberapa wilayah dan mengakibatkan ribuan warga Suriah mengungsi dan menyebabkan pertumpahan darah. Pernyataan akhir ini membenarkan tindakan itu,” ungkap delegasi oposisi dalam negosiasi itu. Delegasi oposisi lainnya menyatakan, pihaknya tidak akan mendukung kesepakatan akhir tersebut karena tidak menguntungkan posisi pemberontak.

Sementara, kelompok militan Jabhat Fateh al-Sham melancarkan serangan terhadap faksi Tentara Suriah Bebas (FSA) di Suriah, saat FSA mengikuti perundingan damai di Kazakhstan. Serangan itu dapat memicu konflik baru antarkelompok pemberontak.

Serangan oleh Fateh al- Sham menargetkan kelompok-kelompok FSA di Suriah barat laut, kawasan yang menjadi basis pemberontak setelah kekalahan oposisi di Aleppo bulan lalu. Fateh al-Sham sebelumnya dikenal sebagai Nusra Front dan berganti nama setelah mengumumkan lepas dari al-Qaeda pada tahun lalu.

Ketegangan pun semakin meningkat antara Fateh al-Sham dan beberapa kelompok pemberontak moderat sejak pasukan Suriah yang didukung serangan udara Rusia dan milisi Syiah mengusir pemberontak dari Aleppo. Kekalahan pemberontak di Aleppo menjadi kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad. Fateh al-Sham tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata antara pemerintah dan pemberontak yang dimediasi Rusia dan Turki.

“Serangan Fateh al-Sham bertujuan menumpas revolusi dan menjadikannya hitam,” papar Komandan salah satu kelompok FSA, Jaish al-Mujahideen, pada kantor berita Reuters.

Maksud pernyataan Jaish adalah menjadikan wilayah FSA sebagai bagian dari kawasan Fateh al-Sham yang mengibarkan bendera hitam. Jaish menjelaskan, Fateh al-Sham telah menguasai beberapa wilayah tapi jauh dari kantor pusat FSA.

“Perang sekarang dilancarkan terhadap geng Golani,” katanya, merujuk pada Pemimpin Fateh al-Sham Abu Mohamad al-Golani. Jaish menyeru faksi-faksi pemberontak lainnya bersatu melawan Fatehal-Sham. Fateh al-Sham pernah mengalahkan beberapa kelompok FSA dalam konflik di Suriah yang dimulai pada 2011.

Fateh al-Sham juga pernah menjadi target serangan udara Amerika Serikat (AS) di wilayah barat laut Suriah sejak awal tahun ini. Salah satunya, serangan itu menewaskan puluhan pejuang Fateh al-Sham di kamp pelatihan di Idlib pekan lalu.
(esn)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Suriah Bergejolak, Rusia...
Suriah Bergejolak, Rusia Nilai Hubungannya dengan Turki
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Turki Setuju Tarik Pasukan...
Turki Setuju Tarik Pasukan dari Suriah Jika Damaskus Ambil Langkah Politik
Serangan Rudal Hancurkan...
Serangan Rudal Hancurkan Pengilangan Minyak Suriah, 4 Orang Tewas
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
31 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved