Agen Secret Service Ini Ogah Lindungi Trump dari Terjangan Peluru

Rabu, 25 Januari 2017 - 12:35 WIB
Agen Secret Service...
Agen Secret Service Ini Ogah Lindungi Trump dari Terjangan Peluru
A A A
WASHINGTON - Dump Kerry O'Grady, perempuan yang bertugas sebagai agen Secret Service memicu kemarahan karena posting tulisannya di Facebook. Dia menulis lebih memilih dipenjara daripada melindungi Presiden Donald Trump dari terjangan peluru.

O'Grady dikenal sebagai pendukung Hillary Clinton saat pemilu November 2016 lalu. O'Grady mem-posting tulisannya pada Oktober 2016 atau sebelum Donald Trump terpilih sebagai presiden AS. Posting tulisan itu telah dihapus.

Secret Service merupakan layanan pengamanan kepresidenan yang beberapa pihak mengasumsikannya sebagai pasukan pengamanan presiden (Paspampres). Perempuan ini tercatat sebagai agen senior Secret Service AS. Dia bertugas di wilayah Distrik Denver.

Dalam beberapa posting di media sosial, O'Grady menulis Trump akan menjadi bencana bagi negara—terutama bagi perempuan dan kaum minoritas—jika menjadi presiden. Tapi, faktanya Donald Trump kini benar-benar menjadi presiden AS.

”Sebagai pelayan publik selama hampir 23 tahun, saya berjuang untuk tidak melanggar Hatc Act,” tulis dia merujuk pada tindakan yang melarang staf eksekutif terlibat dalam kegiatan politik tertentu.

”Jadi saya tetap tenang dan (dengan) rok median. Untuk melakukan sebaliknya dapat menjadi pelanggaran pidana bagi mereka yang ada di posisi saya. Terlepas dari kenyataan bahwa saya diharapkan untuk mengambil peluru bagi kedua belah pihak,” lanjut dia.

“Tapi dunia ini telah berubah dan saya telah berubah. Dan saya akan mengambil waktu di penjara lebih lama ketimbang (mengambil) peluru untuk apa yang saya yakini sebagai bencana bagi negara ini, tekanan kuat dan menakjubkan bagi perempuan dan kelompok minoritas yang tinggal di sini. Hatch Act terkutuk. Saya dengannya (Hillary),” sambung tulisan O’Grady yang menyindir sosok Trump.

Agen Secret Service Ini Ogah Lindungi Trump dari Terjangan Peluru
Foto / Facebook

Menurut Washington Examiner, yang dikutip Rabu (25/1/2017), agen Secret Service sejatinya dilarang untuk berbagi posting di media sosial, terlebih posting itu berisi pesan yang mengganggu.

Masih menurut laporan media AS yang mengtutip sumber di Secret Service itu, dalam pelatihan keamanan operasional, agen sudah diperingatkan untuk tidak terlibat dalam penggunaan media sosial karena dapat mengekspos informasi pribadi dan gerakan mereka.

O'Grady mengatakan kepada penyelidik bahwa dia sudah menghapus beberapa posting-an beberapa hari setelah dia unggah.
(mas)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
57 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved