Sangkal Penumpasan Muslim Rohingnya, Myanmar Panen Kecaman

Sabtu, 21 Januari 2017 - 06:23 WIB
Sangkal Penumpasan Muslim...
Sangkal Penumpasan Muslim Rohingnya, Myanmar Panen Kecaman
A A A
NAYPYIDAW - Pemerintah Myanmar menuai rentetan kecaman karena terus menyangkal penumpasan etnis Muslim Rohingya oleh militer di negara bagian Rakhine. Setelah Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengecam keras Myanmar, kini giliran PBB bersikap serupa.

Sudah lebih dari 66.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari tindakan keras militer Myanmar di Rakhine. Komisi HAM PBB kesal dengan penyangkalan pemerintah Myanmar atas krisis Rohingya.

Pertumpahan darah warga Rohingya telah mencoreng citra pemerintah muda Aung San Suu Kyi, yang mengambil kekuasaan pada Maret tahun lalu. Kubu Suu Kyi berkuasa setelah memenangkan pemilu yang digelar secara bebas untuk pertama kalinya.

Suu Kyi yang meraih Hadiah Nobek Perdamaian sudah diharapkan turun tangan mencegah krisis Rohingya. Tapi, pemerintahan Suu Kyi justru menyangkal secara terus-menerus dan menganggap setiap laporan tentang penindasan warga Rohingya oleh militer Myanmar sebagai kebohongan dan berita palsu.

Pelapor Khusus PBB tentang Myanmar, Yanghee Lee, pada hari Jumat memperingatkan bahwa penyangkalan penindasan terhadap warga Rohingya akan menghancurkan kepercayaan terhadap pemerintahan Suu Kyi yang masih berusia muda.

”Tanggapan pemerintah untuk semua masalah ini tampaknya untuk pembelaan, meredam, dan menyangkal,” kata Lee kepada wartawan setelah tur ke Myanmar, termasuk kunjungan ke Rakhine, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (21/1/2017). ”Tanggapan itu tidak hanya kontraproduktif, tetapi menguras harapan yang sudah menyapu negara itu.”

Tindakan keras militer Myanmar terhadap komunitas Rohingya dimulai tiga bulan lalu setelah serangan mematikan di pos perbatasan yang menewaskan sembilan polisi Myanmar. Serangan itu dilakukan kelompok militan Rohingya dengan dana yang berasal dari Timur Tengah.

Lee mengutuk serangan oleh kelompok militan itu. Tapi, dia menyalahkan pemerintah Myanmar soal respons dari serangan tersebut.”Jika penduduk yang terdampak merasa bahwa pemerintah baru akan mulai menangani situasi dan keluhan mereka, elemen ekstrem tidak akan mudah mampu membajak perjuangan mereka,” kata Lee.

Sebelumnya, pada hari Kamis OKI menyerukan diakhirinya "kekejaman yang tak terkatakan” oleh militer Myanmar terhadap komunitas Rohingya. Komentar OKI itu justru direspons marah oleh Myanmar.

Pemerintah Myanmar menuduh krisis Rohingya telah dimanfaatkan untuk kepentingan politik salah satu rezim negara OKI. Tuduhan Myanmar ini mengacu pada rezim Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang pernah menyebut militer Myanmar melakukan genosida terhadap komunitas Rohingya.

“Najib menggunakan Myanmar untuk kepentingan politiknya sendiri, terhadap prinsip-prinsip ASEAN,” kata Wakil Direktur Kementerian Luar Negeri Myanmar, Aye Aye Soe.

”Mereka mengkritik kami tanpa ragu-ragu berdasarkan laporan berita dari tempat yang berbeda, termasuk berita dari sumber yang tidak dapat diandalkan, tanpa membahas masalah seperti tetangga yang baik. Kami sangat menyesal tentang hal ini,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
5 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
9 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved