Pasukan Senegal Serbu Gambia Tengah Malam jika Jammeh Tolak Lengser

Kamis, 19 Januari 2017 - 02:21 WIB
Pasukan Senegal Serbu...
Pasukan Senegal Serbu Gambia Tengah Malam jika Jammeh Tolak Lengser
A A A
DAKAR - Pasukan Senegal sudah siaga di perbatasan Gambia dan akan menyerbu masuk pada tengah malam jika Presiden Gambia Yahya Jammeh menolak lengser. Ancaman penyerbuan itu disampaikan juru bicara militer Senegal, Kolonel Abdou Ndiaye kepada Reuters.

Senegal merupakan negara yang memimpin koalisi negara-negara Afrika Barat yang akan memaksa Jammeh lengser. Presiden Jammeh seharusnya sudah pensiun setelah kalah dari rivalnya Adama Barrow dalam pemilu Desember 2016.

”Kami siap dan sedang menunggu batas waktu pada tengah malam. Jika tidak ada solusi politik yang ditemukan, kami akan melangkah,” kata Ndiaye.

Presiden terpilih Gambia Adama Barrow seharusnya dilantik pada hari ini (19/1/2017). Namun, dia masih berada di pengasingan di Senegal setelah krisis politik pecah di Gambia. Krisis politik dipicu penolakan kekalahan pemilu oleh Jammeh.

Jammeh yang sudah berkuasa 22 tahun menolak lengser dengan alasan pemilu pada 1 Desember 2016 lalu diwarnai kecurangan dari rivalnya. Jammeh menuntut pemilu digelar ulang.

Alih-alih bersedia lengser, masa jabatan Presiden Jammeh justru diperpanjang selama 90 hari ke depan oleh parlemen Gambia. Parlemen juga mendukung keputusan Jammeh yang menyatakan keadaan darurat selama 90 hari di negara kecil di Afrika Barat itu.

Selain pasukan Senegal, kapal perang terbaru Nigeria, NNS Unity, juga sudah meluncur ke dekat wilayah Gambia. Negara-negara Afrika Barat itu benar-benar ingin melengserkan paksa Presiden Gambia Yahya Jammeh dengan alasan menjaga stabilitas kawasan.

Jammeh selama berkuasa telah jadi sorotan dunia. Pada tahun lalu, dia mengubah Gambia dari negara sekuler menjadi negara Islam dengan nama Republik Islam Gambia. Dia pernah mengklaim menemukan obat anti-HIV/AIDS yang hingga kini masih diragukan. Dia juga pernah membuat keputusan yang membuat negara-negara Barat marah, yakni menerapkan hukuman mati bagi kaum homoseksual.
(mas)
Berita Terkait
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
Legislator Perempuan...
Legislator Perempuan Ditampar, Parlemen Senegal Jadi Arena Tawuran
Jadwal Ekuador vs Senegal:...
Jadwal Ekuador vs Senegal: Laga Hidup Mati ke Babak 16 Besar
Kapal Gambia Hendak...
Kapal Gambia Hendak Berlayar ke Iran, AS Tembakkan Rudal Hellfire
Daftar Juara Piala Afrika...
Daftar Juara Piala Afrika Sepanjang Sejarah: Mesir Terbanyak, Senegal Raja Baru!
Gelar Senegal Dianulir,...
Gelar Senegal Dianulir, Timnas Maroko Jadi Juara Piala Afrika 2025
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
31 menit yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
1 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
1 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
2 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
3 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved