Cegah Genosida Rohingya, OKI Desak PBB Intervensi Myanmar

Rabu, 18 Januari 2017 - 14:52 WIB
Cegah Genosida Rohingya,...
Cegah Genosida Rohingya, OKI Desak PBB Intervensi Myanmar
A A A
KUALA LUMPUR - PBB harus mengintervensi Myanmar negara bagian Rakhine untuk menghentikan eskalasi kekerasan lebih lanjut terhadap Muslim Rohingya dan menghindari genosida seperti di Kamboja dan Rwanda. Demikian yang dikatakan utusan khusus Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk Myanmar.

"Konflik yang telah menewaskan sedikitnya 86 orang tewas dan sekitar 66 ribu orang melarikan diri ke Bangladesh sejak itu dimulai pada 9 Oktober 2016, tidak lagi merupakan masalah internal tetapi perhatian internasional," ucap utusan khusus OKI, Syed Hamid Albar, disitat dari Reuters, Rabu (18/1/2017).

Hamid mengatakan OKI harus meminta intervensi PBB. Komentarnya datang jelang pertemuan khusus OKI di Malaysia untuk membahas langkah-langkah untuk menangani konflik yang mempengaruhi minoritas Rohingya, yang mayoritas Muslim.

"Kami tidak ingin kembali melihat genosida seperti di Kamboja atau Rwanda. Masyarakat internasional hanya mengamati, dan berapa banyak orang yang meninggal? Kami mempunyai pelajaran dari masa lalu, bagi kami untuk belajar dan melihat apa yang bisa kita lakukan," tuturnya.

Sementara itu, seorang juru bicara pemerintah Myanmar mengatakan tidak akan menghadiri pertemuan OKI karena bukan negara Islam. Namun, ia menegaskan, pemerintah Myanmar telah membuat tindakan yang jelas kepada anggota ASEAN pada pertemuan terakhir mereka bulan Desember lalu. Ia juga menyatakan bahwa intervensi PBB hanya akan menghadapi resistensi yang tidak diinginkan dari masyarakat setempat.

"Jadi itu sebabnya masyarakat internasional harus memiliki pendekatan yang positif dan memahami secara luas situasi konflik negara kita," kata juru bicara kantor Presiden Myanmar Htin Kyaw, Zaw Htay.
(ian)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Disetujui PBB, Bangladesh...
Disetujui PBB, Bangladesh Pindahkan 81.000 Rohingya ke Pulau Terpencil
PBB Khawatir Nasib Rohingya...
PBB Khawatir Nasib Rohingya di Myanmar Kian Terpuruk setelah Kudeta
OKI Serukan Penangguhan...
OKI Serukan Penangguhan Keanggotaan Israel di PBB
Bertemu Sekjen OKI,...
Bertemu Sekjen OKI, Jokowi Bahas Pembakaran Al-Qur'an hingga Rohingya
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
1 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
1 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
2 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
3 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
3 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
4 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved