Tegang dengan Kosovo, Serbia Ancam Kerahkan Pasukan

Selasa, 17 Januari 2017 - 02:51 WIB
Tegang dengan Kosovo,...
Tegang dengan Kosovo, Serbia Ancam Kerahkan Pasukan
A A A
PRISTINA - Kosovo dan Serbia terlibat ketegangan setelah kereta dengan warna bendera Serbia dan bertuliskan “Kosovo adalah Serbia” dilarang melintas ke wilayah Pristina, Kosovo. Presiden Kosovo Hashim Thaci mengatakan Serbia mencoba memprovokasi untuk mencapolok wilayah utara negaranya.

Serbia sejatinya tidak mengakui kemerdekaan Kosovo yang merupakan bekas provinsinya. Dengan demikian, pemerintah Serbia merasa tidak perlu minta izin Kosovo untuk laju keretanya ke Pristina.

Namun, Kosovo tersinggung dengan kereta bertuliskan “Kosovo adalah Serbia” yang terpaksa dicegat pada hari Sabtu. Pencegatan kereta itu dianggap Presiden Serbia Tomislav Nikolic sebagai deklarasi perang dari Pristina terhadap Belgrade.

Wilayah utara Kosovo dihuni sekitar 50.000 warga etnis Serbia yang menolak kemerdekaan Kosovo. ”Niat Serbia dengan menggunakan kereta yang disumbangkan oleh Rusia ini adalah, pertama untuk membantu mengukir bagian utara Kosovo dan kemudian dipasang ke Serbia. Ini adalah model (pencaplokan) Crimea (oleh Rusia dari Ukraina),” kata Thaci dalam sebuah wawancara, seperti dikutip Reuters, semalam (16/1/2017).

Crimea yang warganya merupakan etnis Rusia sebelumnya adalah wilayah Ukraina. Namun, pada 2014 Crimea menggelar referendum untuk memisahkan diri dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Rusia. Moskow menerima penggabungan itu, meski tidak diakui Ukraina dan negara-negara Barat.

Serbia kehilangan kendali atas Kosovo ketika serangan udara NATO memaksa Belgrade untuk menarik pasukannya pada tahun 1999. Intervensi NATO terjadi setelah militer Serbia dituduh membunuh sekitar10.000 warga sipil etnis Albania. NATO masih memiliki sekitar 5.000 tentara yang ditempatkan di Kosovo untuk menjaga perdamaian yang rapuh.

Insiden pencegatan kereta oleh Kosovo membuat Presiden Nikolic marah. Dia mengancam mengancam akan mengirim pasukan Serbia kembali ke Kosovo.

”Jika mereka membunuh orang-orang Serbia, kami akan mengirimkan tentara, kami semua akan pergi, saya akan pergi juga, itu tidak akan menjadi pertama kalinya bagi saya,” kata Nikolic, yang merupakan mantan anggota dari ultra-nasionalis Serbia, kelompok radikal yang pada 1990-an bertempur bersama paramiliter Serbia di Kroasia.
(mas)
Berita Terkait
Beograd: Kosovo Ingin...
Beograd: Kosovo Ingin Memulai Perang NATO-Serbia
Kosovo Tuntut Serbia...
Kosovo Tuntut Serbia Tarik Pasukan dari Perbatasan
Presiden Serbia: Pemimpin...
Presiden Serbia: Pemimpin Kosovo Mimpikan Perang, Ingin Seperti Zelensky
Redam Ketegangan, Serbia...
Redam Ketegangan, Serbia Kurangi Pasukan Dekat Perbatasan Kosovo
Ketegangan Mereda, Serbia-Kosovo...
Ketegangan Mereda, Serbia-Kosovo Capai Kesepakatan
Rusia: NATO adalah Faktor...
Rusia: NATO adalah Faktor Eskalasi di Kosovo
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
39 menit yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
1 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
2 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 jam yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
3 jam yang lalu
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved