Legislator Prancis: Suriah Dikuasai Teroris Jika Rusia Tidak Intervensi
Minggu, 08 Januari 2017 - 10:33 WIB
Legislator Prancis: Suriah Dikuasai Teroris Jika Rusia Tidak Intervensi
A
A
A
DAMASKUS - Seorang anggota parlemen Prancis menyatakan Suriah akan jatuh ke tangan teroris jika Rusia tidak campur tangan dalam konflik. Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi kota Aleppo.
Legislator Prancis Thierry Mariana berpendapat apa yang digambarkan oleh media dan situasi di kota Aleppo adalah dua peristiwa yang berbeda. Ia pun berjanji untuk menyampaikan apa yang ia yakini sebagai sebuah pesan nyata untuk rakyat Prancis.
"Jika tentara Rusia itu tidak ada di sini selama beberapa bulan, Suriah bisa jatuh ke tangan teroris. Untungnya, Rusia datang ke sini, dan ini mengubah jalannya perang," kata politisi Les Republicans itu seperti dikutip dari Express, Minggu (8/1/2017).
Politisi konservatif itu menambahkan bahwa pertempuran untuk Aleppo menandai titik balik dalam perang melawan terorisme, tetapi perang belum berakhir. "Perang belum selesai, tapi saya pikir penting jika Rusia tetap berada di sini sampai akhir perang," katanya.
Mariana adalah bagian dari delegasi Prancis yang dikirm ke bangsa yang tengah dilanda perang di Timur Tengah itu. Selama melakukan kunjungan, kawanan politisi Prancis ini mengunjungi Benteng abad ke-13 di Aleppo dan Masjid Umayyah yang bersejarah.
Gubernur Aleppo, Hussein Diab mengatakan kepada anggota parlemen Prancis bahwa rencana untuk memulihkan segala sesuatu yang dihancurkan oleh tangan teroris di Aleppo telah disetujui.
Rusia telah banyak dikritik oleh politisi Barat karena mendukung pemimpin Suriah Bashar al-Assad. Assad dituduh telah menggunakan senjata kimia dan bom cluster terhadap rakyatnya sendiri.
Legislator Prancis Thierry Mariana berpendapat apa yang digambarkan oleh media dan situasi di kota Aleppo adalah dua peristiwa yang berbeda. Ia pun berjanji untuk menyampaikan apa yang ia yakini sebagai sebuah pesan nyata untuk rakyat Prancis.
"Jika tentara Rusia itu tidak ada di sini selama beberapa bulan, Suriah bisa jatuh ke tangan teroris. Untungnya, Rusia datang ke sini, dan ini mengubah jalannya perang," kata politisi Les Republicans itu seperti dikutip dari Express, Minggu (8/1/2017).
Politisi konservatif itu menambahkan bahwa pertempuran untuk Aleppo menandai titik balik dalam perang melawan terorisme, tetapi perang belum berakhir. "Perang belum selesai, tapi saya pikir penting jika Rusia tetap berada di sini sampai akhir perang," katanya.
Mariana adalah bagian dari delegasi Prancis yang dikirm ke bangsa yang tengah dilanda perang di Timur Tengah itu. Selama melakukan kunjungan, kawanan politisi Prancis ini mengunjungi Benteng abad ke-13 di Aleppo dan Masjid Umayyah yang bersejarah.
Gubernur Aleppo, Hussein Diab mengatakan kepada anggota parlemen Prancis bahwa rencana untuk memulihkan segala sesuatu yang dihancurkan oleh tangan teroris di Aleppo telah disetujui.
Rusia telah banyak dikritik oleh politisi Barat karena mendukung pemimpin Suriah Bashar al-Assad. Assad dituduh telah menggunakan senjata kimia dan bom cluster terhadap rakyatnya sendiri.
(ian)