32 Militan ISIS Tewas Dalam Operasi Turki di Suriah
Jum'at, 06 Januari 2017 - 16:14 WIB
32 Militan ISIS Tewas Dalam Operasi Turki di Suriah
A
A
A
ANKARA - Pasukan pemberontak Suriah dan militer Turki berhasil menewaskan 32 militan ISIS dalam bentrokan terbari di Suriah utara. Begitu bunyi pernyataan pasukan bersenjata Turki.
Dalam operasi militer selama 24 jam terakhir dalam mendukung pemberontak di Suriah utara, militer Turki mengatakan pesawat-pesawat tempur Ankara menghancurkan 21 target milik ISIS di al-Bab dan Bzagah. Sasaran serangan tersebut termasuk bangunan dan kendaraan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/1/2017).
Operasi militer Turki, yang dijuluki 'Efrat Shield', diluncurkan lebih dari empat bulan yang lalu untuk mendorong ISIS dari perbatasan dan mencegah milisi Kurdi mengambil wilayah di belakang mereka. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan telah mengepung kota al-Bab.
Meski begitu, Turki mengeluhkan tidak adanya dukungan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) atas operasi militer yang mereka. Terbaru, Ankara mempertanyakan kehadiran pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di pangkalan udara Incirlik, Turki. Sikap Turki ini mencerminkan frustrasi Ankara terhadap kurangnya dukungan atas operasinya di Suriah.
Turki telah mempertanyakan, mengapa AS yang mendukung beberapa kelompok Kurdi belum memberikan dukungan untuk operasi terbaru mereka di sekitar kota al-Bab, Suriah.
Seorang juru bicara militer AS mengatakan pada hari Rabu bahwa AS sedang dalam pembicaraan dengan Turki mengenai dukungan di sekitar al-Bab. Militer AS mengisyaratkan adanya "beberapa dukungan yang berkelanjutan".
Dalam operasi militer selama 24 jam terakhir dalam mendukung pemberontak di Suriah utara, militer Turki mengatakan pesawat-pesawat tempur Ankara menghancurkan 21 target milik ISIS di al-Bab dan Bzagah. Sasaran serangan tersebut termasuk bangunan dan kendaraan seperti dikutip dari Reuters, Jumat (6/1/2017).
Operasi militer Turki, yang dijuluki 'Efrat Shield', diluncurkan lebih dari empat bulan yang lalu untuk mendorong ISIS dari perbatasan dan mencegah milisi Kurdi mengambil wilayah di belakang mereka. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan telah mengepung kota al-Bab.
Meski begitu, Turki mengeluhkan tidak adanya dukungan dari koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) atas operasi militer yang mereka. Terbaru, Ankara mempertanyakan kehadiran pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di pangkalan udara Incirlik, Turki. Sikap Turki ini mencerminkan frustrasi Ankara terhadap kurangnya dukungan atas operasinya di Suriah.
Turki telah mempertanyakan, mengapa AS yang mendukung beberapa kelompok Kurdi belum memberikan dukungan untuk operasi terbaru mereka di sekitar kota al-Bab, Suriah.
Seorang juru bicara militer AS mengatakan pada hari Rabu bahwa AS sedang dalam pembicaraan dengan Turki mengenai dukungan di sekitar al-Bab. Militer AS mengisyaratkan adanya "beberapa dukungan yang berkelanjutan".
(ian)