Turki: Pembunuhan Dubes Rusia Telah Direncanakan

Minggu, 25 Desember 2016 - 16:11 WIB
Turki: Pembunuhan Dubes...
Turki: Pembunuhan Dubes Rusia Telah Direncanakan
A A A
ANKARA - Menteri Dalam Negeri Turki mengatakan pembunuhan terhadap Duta Besar Rusia Andrey Karlov adalah pembunuhan terencana dan direncanakan. Ia mengatakan hal itu tidak terjadi atas inisiatif pembunuh atau atas dasar dendam pribadi.

"Pada tahap ini, kita telah jelas melihat hubungan dengan gerakan teroris Fethullah Gulen. Pembunuhan itu bukan hasil dari inisiatif individu. Serangan teroris direncanakan, " kata Suleyman Soylu seperti dikutip Russia Today dari Anodulu, Minggu (25/12/2016).

Soylu menambahkan bahwa para penyelidki mencoba untuk mengidentifikasi link pelaku Mevlut Altintas dengan organisasi teroris baik di dalam maupun luar negeri. Penyidik sudah menggali rincian sangat penting dari serangan itu, tapi pada saat ini otoritas Turki memutuskan untuk tidak memberikannya kepada masyarakat.

Soylu lantas mengungkapkan harapannya bahwa hubungan Turki-Rusia tidak akan ternoda oleh tragedi itu saat ia menyatakan belasungkawa kepada keluarga Karlov.

Terkait hal ini, tim penyelidik Rusia yang tengah bekerja di Turki belum membuat komentar definitif mengenai afiliasi pembunuh atau motif.

Karlov ditembak mati saat ia menyampaikan pidato pada pembukaan pameran yang disebut 'Rusia di Mata Turki' di sebuah galeri seni di Ankara, Senin. Pria bersenjata, yang tewas di tempat kejadian, diidentifikasi sebagai Mevlut Altintas, anggota pasukan polisi anti huru hara Ankara.

Para pemimpin Turki bergegas untuk menuduh teroris Organisasi Fethullah (Feto) berada di balik pembunuhan Karlov dalam tawaran yang jelas untuk memutuskan hubungan Rusia-Turki. Feto adalah organisasi tokoh oposisi Turki Fethullah Gulen yang kini berada di Pennsylvania Amerika Serikat (AS).

Namun, Gulen membantah terlibat dalam pembunuhan itu. Gulen secara eksplisit mengatakan bahwa Mevlut Altintas bukan anggota dari Feto bersamaan dengan ia menyatakan belasungkawa kepada keluarga Karlov.

"Hal ini jelas bahwa dia tidak ada hubungannya dengan gerakan di masa lalu dan masa kini," kata Gulen dalam sebuah video yang diposting di YouTube.
(ian)
Berita Terkait
Pemimimpin Gereja Ortodoks...
Pemimimpin Gereja Ortodoks Rusia Tolak Rencana Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid
Etnis Tatar Krimea Peringati...
Etnis Tatar Krimea Peringati Hari Korban Genosida
Rusia Menyangkal Ikut...
Rusia Menyangkal Ikut Campur Pemilu Turki
Inilah Kapal Rusia yang...
Inilah Kapal Rusia yang Ditahan Turki karena Dicurigai Bawa Gandum Ukraina
Memanas, Rusia Bakal...
Memanas, Rusia Bakal Gelar Latihan di Laut Mediterania
Turki Khianati NATO,...
Turki Khianati NATO, Dukung Rusia untuk Membela Diri
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
6 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
7 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
8 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
9 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
10 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
11 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved