Uang Kertas Bertuliskan Gulingkan Kim Jong-un Tersebar di Korut

Selasa, 20 Desember 2016 - 16:44 WIB
Uang Kertas Bertuliskan...
Uang Kertas Bertuliskan Gulingkan Kim Jong-un Tersebar di Korut
A A A
PYONGYANG - Banyak uang kertas Korea Utara (Korut) yang ditulisi pesan “gulingkan Kim Jong-un” tersebar di jalan-jalan di sebuah kota di Provinsi Hamgyong Utara. Sekitar 5 ribu warga Korut menemukan uang kertas itu.

Selain tulisan “gulingkan Kim Jong-un” ada juga tulisan “Hukum Kim Jong-un” di beberapa uang kertas yang tersebar. Belum jelas, siapa penyebar uang kertas dalam jumlah banyak dengan pesan berani untuk menentang diktator muda Korut tersebut.

Tak hanya tulisan anti-Kim Jong-un yang bermunculan di uang kertas. Selebaran dan grafiti berisi kritikan terhadap Kim Jong-un juga bermunculan di Distrik Pochon, Provinsi Ryanggang dan di Kota Chongjin Provinsi Hamgyong Utara.

Dua insiden terungkap dalam waktu yang tak berselang lama, yakni antara akhir November dan awal Desember. Pemerintah Korut mencurigai menyebarnya pesan itu sebagai upaya terkoordinasi untuk melawan rezim Kim Jong-un.

“Tampaknya bahwa niat itu secara bersamaan mengkritik Suryong (Kim Il Sung) dan Pemimpin Tertinggi (Kim Jong Un). Yang tertangkap akan memicu hukuman ekstrem bagi pelaku, sebagai individu serta tiga generasi keluarga mereka akan dihukum mati atas kejahatan politik,” kata seorang sumber pemerintah di Provinsi Ryanggang kepada Daily NK.

Kim Jong-un, pemimpin tertinggi dari Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK)—nama resmi dari Korut—telah memimpin negara itu selama lima tahun terakhir. Pemerintahannya didominasi oleh program nuklir dan rudal agresif yang memicu kecaman keras dan sanksi ketat dari PBB dan sejumlah negara.

Belum ada laporan penangkapan setelah uang kertas berisi tulisan “Gulingkan Kim Jong-un” dan “Hukum Kim Jong-un” itu tersebar di jalan-jalan di Kota Hoeryong, Provinsi Hamgyong Utara.

“Orang yang menggunakan bolpoin untuk coretan pesan di atas gambar dari Kim Il-sung,” kata sumber tersebut. Kim Il-sung adalah kakek Kim Jong-un dan mantan pemimpin tertinggi Korut. Kim Il-sung memerintah Korut selama lebih dari empat dekade sejak berdirinya negara itu pada tahun 1948. Dia meninggal pada tahun 1994.

”Segera setelah menemukannya, petugas Departemen Keamanan Negara di kota dikerahkan untuk bergerak cepat dan diam-diam mengumpulkan bukti,” imbuh sumber itu menggambarkan respons cepat dari rezim Kim Jong-un terkait adanya reaksi penentangan dari rakyatnya.

Sumber lain di Provinsi Hamgyong Utara mengatakan bahwa aparat di Departemen Keamanan Negara diam-diam dimobilisasi pejabat intelijen. ”Untuk menyelidiki insiden, menginterogasi warga dan melakukan analisis tulisan tangan. Tapi, mereka belum mampu untuk menangkap pelakunya,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip IB Times, semalam (19/12/2016).
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Korea Selatan Beri Sanksi...
Korea Selatan Beri Sanksi pada Korea Utara
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
21 menit yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
2 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved