Duterte Akui Habisi Penjahat, Menteri Filipina Salahkan Media

Jum'at, 16 Desember 2016 - 02:56 WIB
Duterte Akui Habisi...
Duterte Akui Habisi Penjahat, Menteri Filipina Salahkan Media
A A A
SINGAPURA - Menteri Komunikasi Filipina Martin Andanar menyalahkan media yang mengutip pengakuan Presiden Rodrigo Duterte yang membunuh penjahat narkoba saat menjabat sebagai Wali Kota Davao. Andanar menyebut media keliru dan mendesak publik tak mengartikan pengakuan Duterte secara harfiah.

Pengakuan Duterte itu memicu “badai politik” di Filipina. Oposisi mendesak agar presiden yang mengobarkan perang melawan narkoba itu dimakzulkan karena blakblakan telah membunuh orang di masa lalu.

Baca:
Duterte Membunuh Tersangka Narkoba dengan Tangannya Sendiri


Seperti diberitakan sebelumnya, Duterte dalam acara Wallace Business Forum di Malacanang, Manila, mengaku pernah membunuh tersangka kasus narkoba dengan tangannya sendiri saat menjabat sebagai wali kota Davao.

Dia mengaku mengendarai sepeda motor besar mirip Harley Davidson untuk berpatroli di jalan-jalan. Saat patroli itulah, dia berkelahi, memburu dan membunuh tersangka kasus narkoba.

”Saya melakukannya secara pribadi. Hanya untuk menunjukkan kepada (polisi) bahwa jika saya bisa melakukannya, mengapa Anda tidak bisa?” kata Duterte.

”Saya pergi berkeliling di Davao (dengan) sepeda besar dan saya hanya berpatroli di jalan-jalan dan mencari masalah. Saya benar-benar mencari sebuah pertemuan untuk membunuh,” katanya.

Baca juga:
Akui Lakukan Pembunuhan, Oposisi Minta Duterte Dimakzulkan


Setelah pengakuan Duterte memicu kontroversi, Andanar mendesak publik tidak menelan mentah-mentah pengakuan presidennya itu.

”Saya meninjau rekaman itu dan dia tidak mengatakan bahwa dia secara pribadi membunuh. Dia mengatakan dia pergi di sekitar Davao mencari sebuah pertemuan dengan para penjahat,” kata Andanar kepada wartawan saat berkunjung ke Singapura, Kamis (15/12/2016), seperti dikutip ABS-CBN, Jumat (16/12/2016).

”Jika ada sebuah pertemuan, jika Anda Wali Kota, jika Anda adalah petinggi otoritas, sesuai hukum kami, jika hidup Anda dalam bahaya maka Anda dapat membela diri,” ujar Andanar mengklarifikasi pengakuan Duterte.

Terkait pengakuan Duterte yang telah membunuh penjahat narkoba dengan tangannya sendiri, Menteri Komunikasi Filipina ini berujar bahwa gaya bicara Duterte memang seperti itu. Tujuannya, kata dia, untuk mengintimidasi para penjahat. “Anda tidak harus mengambil segala sesuatu secara harfiah,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
47 menit yang lalu
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
1 jam yang lalu
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
3 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
4 jam yang lalu
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
4 jam yang lalu
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
4 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved