2.000 Orang Dievakuasi dari Wilayah Pemberontak Suriah
Sabtu, 03 Desember 2016 - 10:52 WIB
2.000 Orang Dievakuasi dari Wilayah Pemberontak Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Sebanyak 2.000 orang dievakuasi dari wilayah yang dikuasai oleh kelompok pemberontak Suriah di Tal, sebelah utara Damaskus. Mereka dievakuasi sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah Suriah dan pemberontak.
Sekitar 500 pemberontak dan 1.500 warga sipil bersama keluarganya dengan menggunakan bus meninggalkan kota Tal menunju kota yang dikuasai pemberontak Idlib di Suriah utara. Hal itu sebagai bagian dari kesepakatan yang disepakati akhir-akhir ini seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (3/12/2016).
Kesepakatan untuk mengevakuasi pemberontak dan keluarga mereka adalah yang terbaru dalam serangkaian beberapa penawaran pemerintah dengan kelompok pemberontak di sekitar Damaskus. Penawaran tersebut meliputi pemberian akses yang aman bagi mereka ke Idlib, ditukar dengan pengembalian wilayah yang diduduki ke tangan pasukan pemerintah.
Penawaran pemerintah sebelumnya untuk menghentikan peperangan antara pasukan pemerintah dengan pemberontak berujung kegagalan. Tal dianggap sebagai salah satu benteng utama bagi pemberontak di Damaskus utara.
Kesepakatan di Tal terjadi sehari setelah kesepakatan serupa terwujud di Khan al-Shieh, wilayah kunci pemberontak di selatan Damaskus. Setidaknya, 3.000 pemberontak dan keluarga mereka dievakuasi dari wilayah tersebut.
Sekitar 500 pemberontak dan 1.500 warga sipil bersama keluarganya dengan menggunakan bus meninggalkan kota Tal menunju kota yang dikuasai pemberontak Idlib di Suriah utara. Hal itu sebagai bagian dari kesepakatan yang disepakati akhir-akhir ini seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (3/12/2016).
Kesepakatan untuk mengevakuasi pemberontak dan keluarga mereka adalah yang terbaru dalam serangkaian beberapa penawaran pemerintah dengan kelompok pemberontak di sekitar Damaskus. Penawaran tersebut meliputi pemberian akses yang aman bagi mereka ke Idlib, ditukar dengan pengembalian wilayah yang diduduki ke tangan pasukan pemerintah.
Penawaran pemerintah sebelumnya untuk menghentikan peperangan antara pasukan pemerintah dengan pemberontak berujung kegagalan. Tal dianggap sebagai salah satu benteng utama bagi pemberontak di Damaskus utara.
Kesepakatan di Tal terjadi sehari setelah kesepakatan serupa terwujud di Khan al-Shieh, wilayah kunci pemberontak di selatan Damaskus. Setidaknya, 3.000 pemberontak dan keluarga mereka dievakuasi dari wilayah tersebut.
(ian)