Pangeran Saudi Desak Cabut Larangan Perempuan Mengemudi

Kamis, 01 Desember 2016 - 02:21 WIB
Pangeran Saudi Desak...
Pangeran Saudi Desak Cabut Larangan Perempuan Mengemudi
A A A
RIYADH - Pangeran Al-Waleed bin Talal dari Kerajaan Arab Saudi mendesak negaranya mencabut larangan perempuan untuk mengemudi atau menyetir mobil. Larangan itu, katanya, turut merusak petumbuhan ekonomi Saudi.

Arab Saudi selama beberapa dekade telah melarang kaum perempuan untuk mengemudikan mobil. Larangan ini sempat memicu protes dari kaum perempuan.

”Ini adalah waktunya perempuan mulai mengemudikan mobil mereka dan itu adalah waktu yang tepat bagi kita membalik halaman tentang masalah ini,” kata Pangeran Al-Waleed, dalam tulisan di blog-nya.

Pangeran Al-Waleed yang dikenal sebagai miliarder ini tidak memegang jabatan politik di pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Tapi, dia merupakan investor global yang terkemuka.

Dia mengatakan bahwa larangan mengemudi tersebut melanggar hak-hak perempuan dan turut menghambat pertumbuhan ekonomi karena mempersulit akses bagi kaum perempuan untuk bekerja.

”Ada lebih dari 1 juta perempuan Saudi yang membutuhkan sarana transportasi yang aman untuk membawa mereka bekerja setiap pagi,” tulis dia, yang dikutip CNN Money, semalam.

Dalam banyak kasus, para perempuan Saudi terpaksa menyewa sopir, memesan taksi dan merepotkan suami untuk perjalanan dalam urusan kerja.”Situasi jelas menimbulkan korban pada perekonomian nasional, karena itu merusak produktivitas tenaga kerja,” katanya.

Awal tahun ini, Kerajaan Arab Saudi memperkenalkan visi untuk ekonominya pada tahun 2030, dengan menguraikan cara untuk mendiversifikasi pendapatan negara. Pemerintah telah memperkenalkan pajak penjualan, memangkas subsidi energi dan air, memotong gaji pejabat dan utang untuk menyeimbangkan pembukuan keuangan.

Visi ekonomi itu bagian penting dari upaya reformasi yang dipelopori oleh wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putra Raja Salman bin Abdulaziz. Dalam visi tersebut, dia ingin meningkatkan partisipasi perempuan yang masuk kategori kerja dari 22 persen menjadi 30 persen.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
53 menit yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
1 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
2 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
3 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
4 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
5 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved