ISIS Eksekusi 300 Polisi di Irak, Dimakamkan di Kuburan Massal

Jum'at, 18 November 2016 - 08:58 WIB
ISIS Eksekusi 300 Polisi...
ISIS Eksekusi 300 Polisi di Irak, Dimakamkan di Kuburan Massal
A A A
BAGHDAD - Lembaga hak asasi manusia internasional, Human Rights Watch (HRW), mengatakan bahwa ISIS membantai setidaknya 300 mantan perwira polisi Irak yang mereka tahan. Jasad mereka diyakini telah dimakamkan di sebuah kuburan massal 30 km sebelah tenggara Mosul.

Kuburan massal pertama kali ditemukan oleh pasukan Irak saat bergerak maju ke Mosul, basis terakhir ISIS di negara itu, pada 7 November lalu. HRW mengunjungi situs tersebut dan, setelah mewawancarai saksi mata, mereka lantas menyusun laporan tentang apa sebenarnya yang terjadi di kota Hamam al-Alil.

"Ini adalah bukti lain dari pembunuhan massal yang mengerikan oleh ISIS terhadap mantan aparat penegak hukum di dalam dan di sekitar Mosul. ISIS harus bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan," kata direktur Deputi Timur Tengah di HRW, Joe Stork seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (18/11/2016).

Menurut seorang guru bahasa Inggris lokal mengatakan bahwa perguruan tinggi pertanian digunakan sebagai ladang pembantaian oleh ISIS. "ISIS akan menyiksa mereka di dalam dan kemudian membawa mereka keluar dari lingkungan dan menembak mereka atau menggorok leher mereka," kata Riyad (29).

Kuburan massal, terletak di sebelah perguruan tinggi pertanian, belum ditemukan sepenuhnya karena seperti yang diperkirakan dilapisi dengan jebakan. Namun, setidaknya 20 mayat terlihat dari permukaan dan beberapa diantaranya tampak telah dipenggal. Dilihat oleh tingkat dekomposisi, mayat telah tewas dalam tiga minggu terakhir. Semua korban terlihat telah ditutup matanya dan tangan serta pergelangan kaki mereka terikat.

Ini merupakan bukti kekejaman terbaru seiring pasukan Irak, didukung oleh Peshmerga Kurdi dan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS), menyerang Mosul yang merupakan salah satu benteng utama ISIS di luar Suriah. Sebagian militan ISIS telah bergerak mundur, mulai mengumpulkan dan mengeksekusi mereka yang dicurigai merencanakan pemberontakan untuk membantu pasukan Irak.
(ian)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
2 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
4 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
5 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
6 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
7 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved