Hillary Sesalkan AS Tak Curangi Pemilu Palestina 2006 sehingga Hamas Menang

Sabtu, 29 Oktober 2016 - 12:22 WIB
Hillary Sesalkan AS...
Hillary Sesalkan AS Tak Curangi Pemilu Palestina 2006 sehingga Hamas Menang
A A A
NEW YORK - Sebuah rekaman audio mengungkap penyesalan Hillary Clinton pada Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang tidak mencurangi Pemilu Palestina tahun 2006. Tidak adanya intervensi AS itu membuat faksi Hamas memenangkan Pemilu parlemen pada tahun itu.

Rekaman berisi suara Hillary yang saat itu menjadi Senator New York muncul saat wawancara dengan wartawan Jewish Press, sebuah surat kabar Yahudi yang berbasis di New York. Rekaman yang sudah berumur satu dekade ini diungkap menjelang Pemilu AS, di mana Hillary Rodham Clinton menjadi kandidat presiden yang diusung Partai Demokrat AS.

”Saya tidak berpikir kita harus mendorong untuk Pemilu di wilayah Palestina. Saya pikir itu adalah kesalahan besar,” bunyi suara Hillary ketika diwawancarai wartawan bernama Eli Chomsky, mengacu pada keinginan Hillary agar AS intervensi Pemilu Palestina 2006. Penyesalan Hillary itu muncul beberapa bulan setelah Pemilu Palestina 2006 yang digelar sekitar bulan Januari.

”Dan jika kami mendorong Pemilu itu, maka kami harus memastikan bahwa kami melakukan sesuatu untuk menentukan siapa yang akan menang,” lanjut suara Hillary.

Rekaman itu masih disimpan Chomsky. Menurut Chomsky, wawancara saat itu dilakukan di kantor surat kabar di Brooklyn.

Chomsky telah berbagi rekaman audio itu kepada Observer. Rekaman juga telah diunggah di SoundCloud, yang dikutip Sindonews, Sabtu (29/10/2016).

Berbicara kepada wartawan, Chomsky masih ingat bahwa saat itu dia bingung dengan ide Hillary yang terkesan menjadi fakta bahwa AS bermain dalam Pemilu asing. Rekaman itu juga ikut disebarkan situs anti-kerahasiaan WikiLeaks melalui Twitter.

Pada Pemilu Palestina 2006, faksi Hamas mengklaim kemenangan dengan merebut 76 dari 132 kursi parlemen. Sedangkan faksi Fatah tersingkir, karena dengan kemenangan itu Hamas berhak membentuk kabinet baru Pemerintah Palestina.

Tapi kemenangan Hamas saat itu disambut dingin oleh AS dan Israel. Di Washington, Hamas dianggap sebagai organisasi teroris. Para pejabat AS juga berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan bekerja dengan Otoritas Palestina saat itu yang dipimpin Hamas.
(mas)
Berita Terkait
Ketika Hillary Clinton...
Ketika Hillary Clinton Diteriaki Penjahat Perang saat Berpidato
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
36 menit yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
1 jam yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
3 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
3 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
4 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved