DPR Irak Melarang Total Alkohol, Kelompok Minoritas Menentang

Senin, 24 Oktober 2016 - 10:37 WIB
DPR Irak Melarang Total...
DPR Irak Melarang Total Alkohol, Kelompok Minoritas Menentang
A A A
BAGHDAD - Parlemen atau DPR Irak telah mengesahkan undang-undang baru yang melarang total alkohol, baik produksi, impor maupun penjualannya. Namun, UU itu mendapat perlawanan dari kelompok minoritas non-Muslim karena merasa hak-haknya dilanggar.

Hukum baru Irak itu disahkan pada Sabtu malam. Dalam UU tersebut, ada ketentuan denda antara 10 juta hingga 25 juta dinar bagi setiap orang yang melanggar.

Kelompok non-Muslim yang menentang pengesahan UU baru itu mengatakan bahwa larangan alkohol sudah melanggar hak-hak non-Muslim Irak yang dijamin oleh Pasal 2 Konstitusi Irak.

”Sebuah hukum disahkan hari ini dan pasal 14 undang-undang (baru) melarang impor, produksi dan penjualan semua jenis alkohol,” kata anggota parleme non-Muslim Irak, Yonadam Kanna kepada AFP, yang dikutip Senin (24/10/2016). ”Klausul hukum ini bertentangan dengan konstitusi, yang menjamin kebebasan minoritas,” katanya lagi.

”Hukum ini akan menempatkan orang-orang keluar dari pekerjaan, konsumsi obat akan naik, ekonomi akan terpengaruh,” ujarnya memperingatkan dampak pengesahan UU baru oleh DPR Irak tersebut mengacu pada persoalan sosial yang akan muncul terkait larangan alkohol.

Alkohol telah tersedia di kota-kota besar di Irak, di mana produk itu dijual di toko-toko yang umumnya milik kaum non-Muslim. Di Irak juga sudah ada beberapa merek alkohol lokal, seperti bir Farida dan arak Asriya.

Namun, setelah invasi Amerika Serikat tahun 2003 muncul kelompok ekstremis yang menargetkan penjualan alkohol di negara itu. Dalam satu insiden pada Mei 2013, sepuluh warga Kristen ditembak mati di Baghdad karena terkait penjualan alkohol.

UU baru ini juga memicu kritik di medis sosial. Banyak warga Irak menuding, UU itu sebagai upaya Pemerintah Irak untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah yang lebih mendesak, seperti korupsi yang merajalela dan ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok ISIS.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Beruntun Rudal...
Serangan Beruntun Rudal dan Bom Hantam Irak
Ratusan Ribu Umat Muslim...
Ratusan Ribu Umat Muslim Syiah Irak Gelar Ritual Arbain di Karbala
Ribuan Peziarah Syiah...
Ribuan Peziarah Syiah Peringati Hari Raya Arbaeen di Karbala Irak
Mengenal PM Baru Irak,...
Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Mantan Menteri Pertahanan...
Mantan Menteri Pertahanan Era Saddam Hussein Dilaporkan Meninggal di Penjara
3 Negara yang Pernah...
3 Negara yang Pernah Diserang oleh NATO dan Sekutunya
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
59 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
2 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved