Kapal Perang AS Patroli di Laut China Selatan, China Marah

Sabtu, 22 Oktober 2016 - 02:10 WIB
Kapal Perang AS Patroli...
Kapal Perang AS Patroli di Laut China Selatan, China Marah
A A A
BEIJING - Pemerintah China marah dan memprotes patroli kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan pada hari Jumat. Kementerian Pertahanan China menyebut patroli kapal perang AS itu sebagai tindakan ilegal dan provokatif.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, kementerian itu mengatakan dua kapal perang China telah memperingatkan kapal perang AS agar meninggalkan lokasi patroli. Militer China bersumpah akan meningkatkan patroli udara dan laut sesuai dengan kebutuhan.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan patroli kapal perang perusak USS Decatur untuk menentang klaim maritim berlebihan. Kapal USS Decatur itu patroli di dekat Kepulauan Paracel, Laut China Selatan yang jadi sengketa sejumlah negara.

Dua kapal China yang dikerahkan untuk memperingatkan kapal perang AS agar hengkang dari lokasi patroli adalah kapal perang Guangzhou dan Luoyang.

China telah mengklaim Kepulauan Paracel pada tahun 1996, namun AS menentangnya. ”Ini adalah perilaku ilegal yang serius, dan sengaja berperilaku provokatif. Kementerian Pertahanan China tegas menentang ini dan telah mengajukan pernyataan (protes) serius pada pihak AS,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan China, seperti dikutip Reuters, Sabtu (22/10/2016).

Kementerian itu melanjutkan, berkat kerja keras negara-negara di kawasan, situasi di Laut China Selatan mengalami perkembangan positif. Tapi, patroli kapal perang AS, menurut kementerian tersebut, didorong oleh keinginan untuk melihat dunia dalam kekacauan.

”Ini menunjukkan bahwa itu adalah Amerika Serikat yang merupakan pengacau stabilitas Laut China Selatan,” lanjut pernyataan itu.

”Kami mendesak pihak AS untuk menghormati kepentingan kedaulatan dan keamanan nasional China, dan tidak terus mengulangi kesalahan yang sama. Militer China akan meningkatkan upaya patroli udara dan maritim sesuai dengan kebutuhan, memperkuat kemampuan pertahanan di semua bidang, dan tegas mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.”
(mas)
Berita Terkait
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pesawat Bomber AS dan...
Pesawat Bomber AS dan Kapal Induk China 'Pemanasan' di Laut China Selatan
Berita Terkini
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
43 menit yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
1 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
2 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
3 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
3 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved