Setelah Hillary, Giliran Email Pribadi Obama Dibocorkan WikiLeaks

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 15:44 WIB
Setelah Hillary, Giliran...
Setelah Hillary, Giliran Email Pribadi Obama Dibocorkan WikiLeaks
A A A
WASHINGTON - Situs whistleblower, WikiLeaks, merilis sekumpulan email pribadi Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama. Situs ini menerbitkan tujuh pesan dari alamat email yang diduga milik Obama dengan akun: [email protected].

"WikiLeaks mengungkapkan batch pertama dari email Presiden AS Barack Obama yang dikirim melalui alamat rahasia," kata pemilik WikiLeaks, Julian Assange, sembari menambahkan akan merilis sejumlah komunikasi pribadi Obama yang lain seperti dikutip dari New York Post, Jumat (21/10/2016).

Salah satu email tertanggal 4 November 2008 malam atau tepat pada hari pemilihan Presiden AS. Ketua tim transisi Obama, John Podesta, mendesak Obama untuk tidak menerima undangan pertemuan G20 pada 15 November terkait krisis keuangan global atas undangan Presiden George W Bush setelah Obama resmi terpilih. Podesta menyertakan memo dari tim transisi yang menimbang baik buruknya Obama hadir dalam undangan itu.

"Kehadiran bersama Presiden Bush akan menciptakan situasi yang amat canggung. Pada kesempatan yang sama Presiden Bush akan menggunakan ini untuk meningkatkan pamorenya bersama Anda malam ini, saya ingin Anda menyadari bahwa ini adalah rekomendasi bulat penasihan Anda untuk tidak menghadirinya," kata Podesta kala itu. Benar saja, ketika pertemuan G20 diadakan di Washington, Obama tidak hadir.

Email lain tertanggal 6 Oktober 2008, anggota tim transisi Mike Froman mengirimkan email kepada Obama dengan subjek "Diversity" yang memberitahukan jika ia mengirimkan rekomendasi untuk posisi senior dalam pemerintahan Obama. Satu daftar berisi perempuan dan kandidat lainnya adalah Afrika Amerika, Amerika Latin dan Asia, penduduk asli Amerika, Arab/Muslim Amerika dan difabel Amerika.

Pada hari yang sama, Podesta juga mengirimkan Obama informasi kontak Leon Panetta dan Erskine Bowles.

Email lainnya tertanggal 30 Oktober 2008 dengan subjek keputusan staffing ekonomi, Podesta melayangkan pilihan bagi Obama. Podesta juga meminta Obama membantu dewan interim

Pihak Gedung Putih menolak untuk berkomentar. Otoritas intelijen AS percaya jika Rusia mendalangi serangan cyber ke Partai Demokrat. Pesan Obama termasuk diantara 23.000 email yang dicuri dai Podesta, yang kini menjabat sebagai ketua kampanye Hillary Clinton.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
5 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
6 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
7 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
8 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
9 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved