Video 4 Perwira Polisi Tembak Mati Pria Palestina Viral di Internet

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 03:11 WIB
Video 4 Perwira Polisi Tembak Mati Pria Palestina Viral di Internet
Video 4 Perwira Polisi Tembak Mati Pria Palestina Viral di Internet
A A A
TEPI BARAT - Sebuah video yang menunjukkan empat perwira polisi Israel menembak mati seorang pria Palestina beredar di internet pada hari Kamis. Polisi Israel mengklaim video itu tidak utuh dan militer mempunyai alasan mengapa pria Palestina itu dibunuh.

Video yang viral di media sosial itu berdurasi singkat. Video menunjukkan pria Palestina bernama Raheeq Shajeea Mohammad Yousef, 19, yang dituduh sebagai penyerang, sudah tergeletak di tanah beberapa kaki dari halte bus di Tapuach Junction, di wilayah Samaria, Tepi Barat.

Empat perwira polisi terlihat menarik senjata dan mengumbar tembakan ke arah Yousef. Sekitar 10 peluru ditembakkan dalam hitungan detik sebelum para polisi itu berhenti menembak.

Juru bicara Kepolisian Israel, Luba Samri, mengatakan bahwa Yousef telah membangkitkan kecurigaan seorang polisi perbatasan yang berada di pos jaga. Menurut Samri, petugas keamanan memanggil Yousef untuk menghentikan perjalanan, tapi dia menolak.

Samri mengklaim, para polisi tersebut sudah melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun Yousef terus berjalan ke arah mereka.

Ketika langkah Yousef hanya beberapa meter jauhnya dari para polisi, kata Samri, pria Palestina itu menarik pisau. Tindakan Yousef itulah yang memicu empat polisi melepaskan tembakan mematikan.

Menanggapi beredarnya video penembakan, Samri mengatakan bahwa video itu tidak mencakup seluruh peristiwa yang terjadi.

”Video itu hanya menyajikan sebagian gambaran dari apa yang terjadi, karena tidak mungkin untuk melihat teroris berjalan melawan polisi dengan pisau ditarik, sehingga membahayakan mereka. Saat itu (polisi) percaya dia tidak lagi berbahaya, mereka berhenti menembak dan mulai menutup tempat kejadian perkara,” kata Samri, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Jumat (21/10/2016).
(mas)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1562 seconds (11.252#12.26)