Terkait Suriah, Prancis Tidak Akan Kurangi Tekanan kepada Rusia
Senin, 17 Oktober 2016 - 06:17 WIB
Terkait Suriah, Prancis Tidak Akan Kurangi Tekanan kepada Rusia
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan ia tidak berencana untuk mengurangi tekanan pada Rusia atas dukungannya bagi pemerintah Suriah dalam memerangi pemberontak. Meski begitu, ia tetap siap untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin untuk membahas perang
"Vladimir Putin tidak ingin serius membahas Suriah. Saya siap setiap saat, tapi aku tidak akan mengurangi tekanan," kata Hollande dalam wawancara dengan surat kabar Prancis.
Hollande menambahkan bahwa prioritas mutlak adalah penghentian pemboman, gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dan pembukaan negosiasi seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan rencana kunjungan ke Prancis. Awalnya Putin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Prancis pada 19 Oktober mendatang, dan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande.
Keputusan Putin ini datang tidak lama setelah Hollande menuturkan bahwa dia mungkin akan membatalkan pertemuan dengan Putin. Keputusan Hollande ini dilatarbelakangi oleh konflik yang terjadi di Suriah, dimana Prancis tidak senang dengan sikap Rusia yang mendukung rezim Bashar al-Assad.
"Vladimir Putin tidak ingin serius membahas Suriah. Saya siap setiap saat, tapi aku tidak akan mengurangi tekanan," kata Hollande dalam wawancara dengan surat kabar Prancis.
Hollande menambahkan bahwa prioritas mutlak adalah penghentian pemboman, gencatan senjata, bantuan kemanusiaan dan pembukaan negosiasi seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/10/2016).
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin membatalkan rencana kunjungan ke Prancis. Awalnya Putin dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Prancis pada 19 Oktober mendatang, dan akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Francois Hollande.
Keputusan Putin ini datang tidak lama setelah Hollande menuturkan bahwa dia mungkin akan membatalkan pertemuan dengan Putin. Keputusan Hollande ini dilatarbelakangi oleh konflik yang terjadi di Suriah, dimana Prancis tidak senang dengan sikap Rusia yang mendukung rezim Bashar al-Assad.
(ian)