Pembelot: Bagaimana ISIS Islam jika Jadikan Wanita Muslim Budak?

Jum'at, 14 Oktober 2016 - 11:36 WIB
Pembelot: Bagaimana...
Pembelot: Bagaimana ISIS Islam jika Jadikan Wanita Muslim Budak?
A A A
SANLIURFA - Para pembelot ISIS mengungkap alasan utama mengapa mereka keluar dari kelompok itu. Menurut mereka, ISIS selalu mencatut nama Islam atas semua tindakannya, tapi tindakan itu justru bertentangan dengan ajaran Islam.

Pengakuan para pembelot kelompok ISIS atau Daesh itu muncul dalam sebuah film dokumenter Al Jazeera berjudul “ISIL Desertir Speak Out”. Rekaman dibuat oleh Thomas Dandois dan Francois-Xavier Tregan selama lima bulan hingga awal tahun ini di Sanliurfa, sebuah provinsi tenggara Turki, yang terletak sekitar 60km dari perbatasan Suriah.

Salah satu pembelot ISIS bernama Abu Osama al-Shami, 32, asal Raqqa, Suriah, mengaku terguncang setelah melihat perilaku ISIS. "Ketika saya menyaksikan pertempuran melawan suku Shaitat, saya terguncang. Bagaimana Anda bisa mengatakan (ISIS) itu Islam ketika Anda membunuh anak?,” katanya, yang dilansir Jumat (14/10/2016).

“Bagaimana Anda bisa mengatakan (ISIS) itu Islam ketika membunuh seorang wanita? Bagaimana Anda bisa mengatakan itu Islam ketika mengambil wanita sebagai budak, di mana itu adalah wanita Muslim juga? Itu bukan Islam. Saya melihat semua ini dengan mata saya sendiri,” kata Shami.

Shami adalah satu dari empat desertir atau pembelot ISIS yang bersedia berbicara tentang keanehan kelompok radikal di Irak dan Suriah itu. Dua rekannya, Abu Hozaifa, 28, dan Abu Maria, 22, yang sama-sama dari Raqqa juga membelot. Satu lagi pembelot ISIS yang bersedia berbicara adalah Abu Ali, 38, seorang warga Yordania.

Para pembelot ISIS itu semula percaya bahwa ISIS akan melayani semua agama dan akan membergangus korupsi. Tapi, keyakinan mereka berubah setelah melihat kebrutalan kelompok itu. ”Jangan pergi ke sana, Anda akan menyesal,” ujar Shami.

Pembelot: Bagaimana ISIS Islam jika Jadikan Wanita Muslim Budak?


Tiga anggota Thuwar al-Raqqa—milisi yang berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA)--yang memiliki sel khusus untuk membantu orang--orang yang membelot dari ISIS, juga berbicara dalam rekaman tersebut. Kelompok milisi itu mengaku hampir 100 pembelot ISIS dibantu dan telah dibawa ke Turki.

”ISIS takut bahwa desertir ini akan mengungkapkan,” kata Mahmoud Oqba, 33, seorang komandan militer Thuwar al-Raqqa.

”Mereka berusaha keras untuk menyembunyikan kebenaran dan kenyataan pahit. ISIS tidak ada hubungannya dengan jihad dan Islam, mereka berpura-pura. ISIS adalah musuh Islam. Jika desertir mengungkapkan kepada dunia luar apa yang mereka lihat, itu akan menjadi bencana,” katanya.

Para desertir itu kini berani mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap ISIS. ”Saya pikir orang-orang akan menyukai saya, menghormati saya, datang kepada saya. Tapi saya menemukan bahwa orang-orang takut pada saya dan tidak menyukai saya,” kata Ali.

”Saya menemukan diri saya di tempat, di mana itu berada di bawah pengawasan. Mereka semua agen intelijen. Mereka semua mata-mata pada satu sama lain. Ini hanya seperti rezim represif di dunia Arab,” ujarnya.

Ali mengaku pernah berdebat dengan rekan-rekannya selama bergabung dengan ISIS. Pemicunya adalah ketika dua gadis berusia sekitar 13 atau 14 tahun ditawarkan ke seorang gubernur kelompok ISIS di Fallujah sebagai budak seks.

Dia juga melihat kebrutalan ISIS terhadap wanita yang membuatnya memutuskan hengkang dari kelompok radikal itu. ”Ini gila. Apakah itu berarti kita harus membunuh setiap wanita di jalan? Ini aneh, ini gila,” katanya.

“Inilah yang membuat saya menyesali keputusan saya. Di kamp, saya berkata pada diri saya sendiri, ‘Saya seharusnya tidak pernah datang ke sini',” imbuh Ali.

”Saya menyarankan semua saudara, jika Anda sedang mencari sebuah negara Islam, (ISIS) ini bukan salah satu yang Anda cari,” kata Ali. ”(ISIS) ini bukan negara, juga bukan Islam. Mereka penjahat. Jangan pergi ke sana, Anda akan menyesal,” imbuh Ali.
(mas)
Berita Terkait
Rusia Pulangkan 145...
Rusia Pulangkan 145 Anak Militan ISIS dari Suriah dan Irak
Profil Abu al-Hassan...
Profil Abu al-Hassan al-Hashemi al-Quraishi, Pemimpin ISIS yang Meledakkan Dirinya Saat Dikepung
Denmark Tarik Pasukan...
Denmark Tarik Pasukan dari Suriah dan Irak, Ini Tujuannya
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia Penghasil Militan ISIS Terbanyak
Daftar Negara Asia Tengah...
Daftar Negara Asia Tengah dengan Jumlah Militan ISIS Terbanyak
Turki Serang Hampir...
Turki Serang Hampir 500 Basis Kurdi di Irak Utara dan Suriah
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
31 menit yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
1 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
3 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
4 jam yang lalu
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
12 jam yang lalu
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved