Dalam Dua Hari, Serangan Rusia-Suriah Tewaskan 150 Lebih di Aleppo
Jum'at, 14 Oktober 2016 - 06:14 WIB
Dalam Dua Hari, Serangan Rusia-Suriah Tewaskan 150 Lebih di Aleppo
A
A
A
DAMASKUS - Lebih dari 150 orang tewas di daerah yang dikuasai pemberontak sejak Rusia dan Suriah melanjutkan serangan udara ke kota Aleppo. Begitu laporan petugas penyelamat yang bertugas di kota yang kini menjadi pusat pertempuran.
Dinas pertahanan sipil Suriah, yang lebih dikenal dengan sebutan White Helm, mengatakan, pihaknya masih mencari 15 orang yang hilang di bawah reruntuhan di Bustan wilayah al-Qasr. Wilayah tersebut dihantam serangan berat sehari sebelumnya ketika pengeboman ulang semalam seperti dikutip dari Independent, Jumat (14/10/2016).
"Pola penyerangan telah terbentuk dimana serangan akan menggunakan persenjataan berat disertai upaya tentara darat pemerintah Suriah bergerak maju bersama milisi asing yang menjadi sekutunya," kata aktivis Wissam Zarqa.
Pasukan rezim Suriah telah membuat kemajuan yang lambat di wilayah pemberontak. Mereka fokus pada akses kunci dan jalan utama. "Kami takut dengan apa yang terjadi jika milisi Irak sampai di sini. Kami pikir kami akan mati jika kami tidak mati dalam serangan," ujar seorang guru lokal Abdulkami al-Hamdo.
PBB dan badan kemanusiaan lainnya memperkirakan setidaknya 360 orang, termasuk 100 anak-anak, telah tewas sejak pasukan Presiden Bashar al-Assad memulai kampanye serangan udara. Kampanye yang bertujuan merebut Aleppo ini belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan udara ini terjadi pasca runtuhnya perjanjian gencatan senjata selama tujuh hari yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Dinas pertahanan sipil Suriah, yang lebih dikenal dengan sebutan White Helm, mengatakan, pihaknya masih mencari 15 orang yang hilang di bawah reruntuhan di Bustan wilayah al-Qasr. Wilayah tersebut dihantam serangan berat sehari sebelumnya ketika pengeboman ulang semalam seperti dikutip dari Independent, Jumat (14/10/2016).
"Pola penyerangan telah terbentuk dimana serangan akan menggunakan persenjataan berat disertai upaya tentara darat pemerintah Suriah bergerak maju bersama milisi asing yang menjadi sekutunya," kata aktivis Wissam Zarqa.
Pasukan rezim Suriah telah membuat kemajuan yang lambat di wilayah pemberontak. Mereka fokus pada akses kunci dan jalan utama. "Kami takut dengan apa yang terjadi jika milisi Irak sampai di sini. Kami pikir kami akan mati jika kami tidak mati dalam serangan," ujar seorang guru lokal Abdulkami al-Hamdo.
PBB dan badan kemanusiaan lainnya memperkirakan setidaknya 360 orang, termasuk 100 anak-anak, telah tewas sejak pasukan Presiden Bashar al-Assad memulai kampanye serangan udara. Kampanye yang bertujuan merebut Aleppo ini belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan udara ini terjadi pasca runtuhnya perjanjian gencatan senjata selama tujuh hari yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
(ian)