Pembelot: ISIS Perlakukan Kami dengan Sangat Buruk
Kamis, 13 Oktober 2016 - 03:08 WIB
Pembelot: ISIS Perlakukan Kami dengan Sangat Buruk
A
A
A
DAMASKUS - Ratusan warga asing yang dulu berjuang untuk ISIS ramai-ramai memilih untuk membelot. Mereka kini mendekam di sebuah kamp rehabilitasi yang didirikan oleh kelompok pemberontak Suriah.
Salah seorang mantan anggota ISIS yang membelot, Abu Sumail, lantas menceritakan pengalamannya. Warga negara Belanda ini melakukan perjalanan ke Suriah dua tahun lalu melalui Belgia kemudian ke Gaziantep, Turki. Ia mengaku menyamar sebagai "tukang pesta" di hari libur untuk menghindari deteksi oleh intelijen.
Namun, masuk ke Suriah jauh lebih mudah daripada meninggalkannya. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya dengan kehidupan di dalam wilayah kekuasaan ISIS.
"Mereka memperlakukan kami dengan sangat buruk, terutama orang-orang dari negara lain. Ini sangat sulit bagi kami untuk tinggal di sana. Itu bukan gaya hidup kami untuk diberdayakan dalam banyak hal. Kemudian kami datang ke sana dan mereka langsung memperlakukan Anda dengan sangat keras," ungkapnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/10/2016).
Setidaknya setengah lusin pejuang asing telah berhasil keluar dari ISIS dan menghadapi hukuman penjara jika kembali ke Eropa. Operasi untuk menemukan, menangkap dan membawa pulang pendukung ISIS tengah dijalankan di Suriah. Operasi ini dilakukan oleh kelompok pemberontak, intelijen Inggris dan Eropa.
Sementara itu dari dalam kota Raqqa Suriah, yang menjadi ibu kota de facto ISIS, para anggota ISIS telah mengirim video dan pernyataan pribadi kepada kelompok pemberontak dengan harapan bisa melarikan diri bersama keluarga mereka.
Salah seorang mantan anggota ISIS yang membelot, Abu Sumail, lantas menceritakan pengalamannya. Warga negara Belanda ini melakukan perjalanan ke Suriah dua tahun lalu melalui Belgia kemudian ke Gaziantep, Turki. Ia mengaku menyamar sebagai "tukang pesta" di hari libur untuk menghindari deteksi oleh intelijen.
Namun, masuk ke Suriah jauh lebih mudah daripada meninggalkannya. Ia pun mengungkapkan kekecewaannya dengan kehidupan di dalam wilayah kekuasaan ISIS.
"Mereka memperlakukan kami dengan sangat buruk, terutama orang-orang dari negara lain. Ini sangat sulit bagi kami untuk tinggal di sana. Itu bukan gaya hidup kami untuk diberdayakan dalam banyak hal. Kemudian kami datang ke sana dan mereka langsung memperlakukan Anda dengan sangat keras," ungkapnya seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/10/2016).
Setidaknya setengah lusin pejuang asing telah berhasil keluar dari ISIS dan menghadapi hukuman penjara jika kembali ke Eropa. Operasi untuk menemukan, menangkap dan membawa pulang pendukung ISIS tengah dijalankan di Suriah. Operasi ini dilakukan oleh kelompok pemberontak, intelijen Inggris dan Eropa.
Sementara itu dari dalam kota Raqqa Suriah, yang menjadi ibu kota de facto ISIS, para anggota ISIS telah mengirim video dan pernyataan pribadi kepada kelompok pemberontak dengan harapan bisa melarikan diri bersama keluarga mereka.
(ian)