Bayi Thailand yang Ditikam 14 Kali dan Dikubur Kini Jalani Hidup Baru

Selasa, 11 Oktober 2016 - 10:03 WIB
Bayi Thailand yang Ditikam...
Bayi Thailand yang Ditikam 14 Kali dan Dikubur Kini Jalani Hidup Baru
A A A
KHOEN KAEN - Aidin, bayi lelaki asal Thailand yang masih hidup setelah ditikam 14 kali dan dikubur hidup-hidup oleh orangtuanya Februari 2016 lalu, kini hidup sehat. Dia diadopsi pasangan Swedia yang siap mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sebelum diadopsi pasangan Swedia, bayi berumur delapan bulan itu dirawat di panti asuhan lokal untuk bertahan hidup.

Aidin dikubur hidup-hidup di sebuah makam berukuran delapan inci di Provinsi Khon Kaen di Thailand, hanya beberapa hari setelah dia lahir pada bulan Februari 2016.

Dia diselamatkan seorang penggembala ternak bernama Kachit Krongyut yang kebetulan melintas di sekitar makam. Krongyut mengaku melihat kaki kecil mencuat dari tanah di bawah pohon eucalyptus.

Baca:
Ditikam Selusin Kali dan Dikubur, Bayi di Thailand Masih Hidup


Penggembala itu kemudian mendengar tangisan dan menyadari bahwa itu adalah bayi yang dikubur hidup-hidup. Penggembala berusia 53 tahun ini panik dan bergegas menggali makam yang dangkal itu demi menyelamatkan nyawa Aidin.

Oleh Krongyut, Aidin dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat. Di tubuh bayi mungil itu ditemukan 14 luka tikaman.

Dokter di Thailand menyatakan bahwa bayi tersebut menjadi korban upaya pembunuhan. Menurut dokter, tekanan dari tanah berhasil mencegah bayi itu mengalami pendarahan yang nyaris merenggut nyawanya.

“Pada awalnya, saya pikir seseorang mengubur hewan peliharaan, tapi kemudian saya melihat kaki,” katanya. ”Saya mencoba untuk mengendalikan diri dan meminta bantuan. Bayi itu dikubur dengan wajah menghadap ke bawah,” katanya lagi.

Setelah dirawat di rumah sakit, Aidin dibawa ke sebuah panti asuhan lokal dan akhirnya diadopsi pasangan asal Swedia.

Supachai Pathimchart dari Pantai Asuhan Kaen Thong, tempat di mana Aidin dirawat mengaku senang ada pasangan Swedia yang mengadopsi Aidin. “Semua pemeriksaan keamanan telah dilakukan untuk memastikan Aidin pergi ke rumah yang baik,” katanya.

”Kami sangat senang bahwa dia akan pergi ke sebuah rumah yang baik dan memiliki kehidupan yang nyaman. Dia selamat dari pengalaman yang sangat buruk, tapi dia memiliki banyak karakter dan dia senang dengan kehidupannya,” ujar Pathimchart, seperti dikutip Daily Mail, semalam (10/10/2016).
(mas)
Berita Terkait
5 Negara Paling Ramah...
5 Negara Paling Ramah bagi Transgender, Nomor 4 Tetangga Indonesia
Peringatan 50 Tahun...
Peringatan 50 Tahun Tahta Raja Swedia Carl Gustaf
Ditolak AS Beli Jet...
Ditolak AS Beli Jet Tempur Siluman F-35, Thailand Lirik Pesawat Swedia
Thailand U-23 Bawa 2...
Thailand U-23 Bawa 2 Pemain Keturunan Swedia di SEA Games 2021
Dihajar Tarif Trump...
Dihajar Tarif Trump dan Gagal Peroleh F-35 AS, Thailand Pilih Beli Jet Tempur Gripen Swedia
Kota di Swedia Berencana...
Kota di Swedia Berencana Dirikan 'Masjid Paling Utara di Dunia'
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
32 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved