AS dan Rusia Memanas, Gorbachev Sebut Dunia Dalam Bahaya

Selasa, 11 Oktober 2016 - 07:55 WIB
AS dan Rusia Memanas,...
AS dan Rusia Memanas, Gorbachev Sebut Dunia Dalam Bahaya
A A A
MOSKOW - Bekas pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, memperingatkan bahwa memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia telah membawa dunia ke titik berbahaya. Gorbachev menggarisbawahi ancaman Rusia yang akan menembak jatuh setiap jet tempur AS jika berani menyerang pasukan Suriah.

Ancaman Rusia itu, kata dia, menggambarkan situasi terburuk jika dibandingkan situasi Perang Dingin di masa lalu. ”Saya pikir dunia telah mencapai titik yang berbahaya,” kata Gorbachev kepada kantor berita RIA Novosti.

”Saya tidak ingin memberikan setiap resep beton, tapi saya ingin mengatakan bahwa ini perlu berhenti. Kita perlu memperbarui dialog. Menghentikan itu adalah kesalahan terbesar,” ujarnya, yang dikutip Selasa (11/10/2016).

Baca:
Sepuluh Senjata Maut jika Perang AS dan Rusia Pecah


AS telah menangguhkan bulan perundingan dengan Rusia soal krisis Suriah pada 3 Oktober 2016. Keputusan AS itu menyusul tuduhan bahwa Rusia merusak kesepakatan gencatan senjata dengan meluncurkan serangan udara tanpa henti di wilayah Aleppo yang dikuasai pemberontak Suriah.

Situasi kian memanas, setelah Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, menyerukan agar Rusia dan Pemerintah Suriah diselidiki atas dugaan melakukan kejahatan perang di Aleppo. Seruan John Kerry digemakan Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault, kemarin.

Sebaliknya, Rusia memandang AS sudah bertindak bermusuhan terhadap Moskow. Puncaknya, Rusia menggelar latihan perang nuklir yang melibatkan 40 juta orang. Selain itu, Rusia diketahui sudah mengerahkan rudal nuklir Iskander-M ke Kalingningrad yang membuat negara-negara NATO di Baltik cemas.

”Hal ini diperlukan untuk kembali ke prioritas utama. Ini adalah perlucutan senjata nuklir, perang melawan terorisme, pencegahan bencana lingkungan,” kata Gorbachev, yang menyerukan AS dan Rusia dialog untuk menghindari perang.

Gorbachev memerintah Uni Soviet dari tahun 1985 sampai negara itu runtuh tahun 1991 dan berubah menjadi Rusia. Dia dianggap sebagai sosok yang mengakhiri Perang Dingin antara AS dan Rusia.

Dia jarang ikut campur dalam urusan politik sejak lengser. Tapi, dia kerap mengkritik Kremlin dan Barat atas runtuhnya hubungan kedua pihak. Pada tahun 2014 Gorbachev menyalahkan Amerika atas retorika anti-Rusia yang bisa memicu Perang Dingin baru.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
45 menit yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
1 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
2 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
3 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
4 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved