Duterte Bilang Obama Pergilah ke Neraka, Amerika Cuek

Rabu, 05 Oktober 2016 - 04:07 WIB
Duterte Bilang Obama...
Duterte Bilang Obama Pergilah ke Neraka, Amerika Cuek
A A A
MANILA - Para pejabat Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengabaikan komentar ofensif Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang mengatakan Presiden Barack Obama “pergilah ke neraka”. Para pejabat AS membandingkan Duterte dengan kandidat Presiden AS, Donald John Trump.

”Dia seperti Trump,” kata seorang pejabat senior AS untuk Asia Tenggara kepada Reuters. ”Dia sangat membutuhkan perhatian, dan semakin dia mendapatkannya, semakin keterlaluan. Hal ini paling bijaksana untuk mengabaikan dia,” kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu.

Pernyataan ofensif terbaru Duterte untuk Obama itu muncul pada pidatonya di Manila hari Selasa. Duterte kesal karena AS sebagai sekutu Filipina bukannya mendukung perang melawan narkoba, tapi justru mengkritik terkait banyaknya korban jiwa.

”Alih-alih membantu kami, yang pertama memukul adalah Departemen Luar Negeri (AS). Jadi, Anda bisa pergi ke neraka, Obama, pergilah ke neraka,” katanya. ”Uni Eropa, lebih baik memilih api penyucian. Neraka sudah penuh. Mengapa saya harus takut pada Anda?,” kesal Duterte.

Baca: Rusia Jamin Pasok Senjata, Duterte: Obama, Pergilah ke Neraka

Duterte dalam pidatonya mengaku tidak peduli dengan keputusan AS yang menolak menjual senjata, termasuk rudal, kepada Filipina. Menurutnya, Rusia dan China sudah menjamin untuk memasok senjata kepada Filipina dengan cara mudah.

Para pejabat AS mengatakan kata-kata Duterte ini belum diterjemahkan ke dalam kebijakan yang sebenarnya. Sebagai contoh, AS dan Filipina tetap melakukan latihan perang bersama meski Duterte beberapa hari lalu menyatakan latihan perang Filipina dan AS akan jadi yang terakhir. Duterte juga pernah meminta para pasukan AS hengkang dari wilayah Filipina selatan, tapi kemudian dibantah pejabat Departemen Luar Negeri Filipina.

”Itu semua gertakan,” kata pejabat pertahanan AS lainnya. ”Pernyataan Duterte ini belum berdarah ke dunia kita,” imbuh pejabat itu, seperti dikutip Reuters, Rabu (5/10/2016).
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
32 menit yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
1 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
1 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
3 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
4 jam yang lalu
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved