AS Umbar Peringatan Mengerikan, Rusia Tak Terima

Jum'at, 30 September 2016 - 11:08 WIB
AS Umbar Peringatan...
AS Umbar Peringatan Mengerikan, Rusia Tak Terima
A A A
MOSKOW - Moskow tak terima dengan sikap Amerika Serikat (AS) yang mengumbar peringatan mengerikan yang akan diterima Rusia jika perang di Suriah tidak berhenti. AS memperingatkan kelompok ekstremis di Suriah akan membunuh banyak warga Rusia dan pesawat-pesawat jet tempur Moskow akan ditembak jatuh.

Rusia menegaskan, bahwa Moskow sepenuhnya siap untuk melanjutkan dialog dengan AS dalam konteks memerangi teroris di Suriah. Namun, setiap peringatan berupa ancaman mengerikan terhadap Rusia tidak bisa diterima.

Komentar Kremlin itu sebagai respons dari pernyataan yang dibuat oleh juru bicara Departemen Luar Negeri AS; John Kirby, pada konferensi pers hari Rabu lalu. ”Lebih banyak nyawa Rusia akan hilang, lebih banyak pesawat Rusia akan ditembak jatuh,” kata Kirby, seperti dikutip Russia Today, semalam (29/9/2016).

“Kelompok-kelompok ekstremis akan terus mengeksploitasi kevakuman yang ada di Suriah untuk memperluas operasi mereka, yang dapat mencakup serangan terhadap kepentingan Rusia, bahkan mungkin kota-kota Rusia,” ujar Kirby. “Rusia akan terus mengirim pasukannya ke rumah dalam kantong mayat, dan akan terus kehilangan sumber daya mereka, bahkan mungkin pesawat.”

Juru bicara Departemen Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, mengatakan ancaman sekecil apa pun terhadap tentara dan warga Rusia tak bisa dikompromikan. ”Sekali lagi kami menyatakan bahwa kami sepenuhnya siap untuk melanjutkan dialog dengan pihak Amerika dan melanjutkan dengan tindakan bersama untuk memerangi teroris di Suriah,” kata Konashenkov.

”Namun, isyarat ancaman sekecil apa pun bagi tentara kami dan warga Rusia harus dibuang dari dialog ini. Soal keselamatan warga Rusia, di manapun mereka berada, tidak ada tawar-menawar. Ini adalah prioritas utama kami dan tanpa syarat,” tegas Konashenkov.

Washington, yang mendukung apa kelompok pemberontak yang dikenal sebagai “opsosisi moderat” Suriah telah berjanji untuk memisahkan antara pemberontak moderat dengan organisasi teroris Jabhat Al-Nusra. Namun, tindak lanjut dari janji AS itu belum diketahui hasilnya.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Berita Terkini
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
1 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
2 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
4 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved