China Sebar Drone Siluman untuk Jaga Pulau Sengketa

Minggu, 25 September 2016 - 11:31 WIB
China Sebar Drone Siluman...
China Sebar Drone Siluman untuk Jaga Pulau Sengketa
A A A
BEIJING - China tengah mempersiapkan untuk menerbangkan pesawat drone siluman untuk mengawasi dan memetakan perairan serta pulau-pulau yang menjadi sengketa dengan negara lain. Kebijakan ini dilakukan ditengah meningkatnya ketegangan atas sejumlah wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan dan Timur.

Drone China akan mensurvei Kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur, yang juga diklaim oleh Jepang, dan wilayah luas di Laut China Selatan yang juga diklaim oleh sejumlah negara. Beijing mengklaim Laut China Selatan yang memiliki 12.186 pulau yang tersebar di wilayah seluas lebih dari 3.000 kilometer persegi. Beberapa dari pulau itu berada jauh dari daratan China.

"Karang dan pulau-pulau adalah bagian penting dari wilayah nasional kita. Informasi geologi mereka yang tepat adalah bukti penting untuk demarkasi perairan teritorial dan untuk melindungi kepentingan maritim nasional dan keamanan," kata general manager dari Cina TopRS Technology Co Ltd, Li Yingcheng seperti dikutip dari Sputniknews, Minggu (25/9/2016).

Yingcheng mencatat bahwa banyak pulau dan karang di Laut China Selatan yang memiliki kekayaan yang jauh lebih besar dari pada apa yang terlihat di atas air. China akan menggunakan dua drone siluman ZC-5B dan ZC-10. Kedunya dilengkapi sistem navigasi Beidou, analog Cina dari sistem Google, dan dapat menjangkau wilayah penuh hingga 80 mil laut dan sebagian daerah yang tersebar di 1.500 mil laut.

"ZC-5B secara khusus dirancang untuk memetakan dan mensurvei terumbu laut yang terbuka. Drone ini memiliki jangkauan operasi lebih dari 1.400 km dan dapat bekerja hingga 30 jam," kata Yingcheng.

Berita ini muncul ditengah ketegangan atas sejumlah wilayah yang diperebutkan. Laut Cina Selatan menjadi rebutan di Asia Tenggara, termasuk Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Pada bulan Juli, Pengadilan Tetap Arbitrase memutuskan Cina tidak memiliki hak bersejarah untuk mengklaim wilayah itu. Beijing pun mengecam keputusan itu dan menyatakan tidak akan mematuhi putusan tersebut.

Sejak itu sengketa panjang panjang lainnya di Laut Cina Timur antara Cina dan Jepang, ikutan memburuk. Kedua belah pihak saling menuduh penumpukan militer di daerah dan sejumlah pelanggaran.
(ian)
Berita Terkait
Cegah Invasi China ke...
Cegah Invasi China ke Kepulauan Sengketa, Jepang Gelar Latihan Militer
Bertindak Agresif, AS...
Bertindak Agresif, AS dan Jepang Ancam 'Tekan' China
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Jepang Akan Kerahkan...
Jepang Akan Kerahkan Kapal Terbesar Jaga Pulau Senkaku dari Patroli China
Kapal Angkatan Laut...
Kapal Angkatan Laut China Berlayar di Perairan Jepang
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
1 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
4 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
5 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
6 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
7 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
8 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved