Hacker yang Berikan Daftar Warga AS ke ISIS Dipenjara 20 Tahun

Sabtu, 24 September 2016 - 10:33 WIB
Hacker yang Berikan...
Hacker yang Berikan Daftar Warga AS ke ISIS Dipenjara 20 Tahun
A A A
WASHINGTON - Seorang hacker yang membantu ISIS dengan memberikan daftar nama lebih dari 1.000 pekerja pemerintah dan militer Amerika Serikat (AS) sebagai target potensial dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Hukuman ini lebih ringan 5 tahun dari tuntutan jaksa.

Baca juga:
ISIS Sebar Daftar 1.400 Orang Amerika untuk Dibunuh


Ardit Ferizi (20) yang berasal dari Kosovo ditangkap tahun lalu di Malaysia. Ia adalah orang pertama yang dihukum di AS atas tuduhan peretasan komputer dan terorisme. Ia mengakui telah meretas perusahaan swasta dan mengambil daftar nama, password email, dan nomor telepon dari sekitar 1.300 orang yang menggunakan domain .gov dan .mil. ISIS kemudian menyebarkan nama-nama itu sebagai target serangan.

Pada sidang vonis, Ferizi mencoba menjelaskan alasan dia melakukan hal itu ketika ditanya langsung oleh hakim distrik AS. Ia mengatakan hal itu terjadi sangat cepat. "Saya merasa sangat buruk atas apa yang saya lakukan. Saya sangat menyesal atas apa yang saya lakukan, membuat orang merasa takut," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (24/9/2016).

Pihak jaksa terlihat kecewa karena hukuman yang dijatuhkan kepada Ferizi lebih ringan dari tuntutan yang meminta Hakim menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara. "Perilaku terdakwa sudah melampaui batas dengan menempatkan 1.300 anggota militer dan pekerja pemerintah dalam risiko," kata asisten jaksa AS Brandon Van Grack.

Ia menolak jika apa yang dilakukan Ferizi bukan kehendaknya. Sebelum berubah menjadi Divisi Hacker ISIS, Ferizi mengoperasikan sebuah website yang bertujuan menyebarkan propaganda ISIS. Dalam percakapan online diketahui jika Ferizi membela ISIS, dan ketika ia memberikan 1.300 identitas kepada ISIS, ia tahu bahwa ia menempatkan mereka sebagai calon target teroris.

"Ini adalah daftar target. Intinya adalah untuk menemukan orang-orang dan menyerang mereka, menyerang mereka di lehernya," kata Van Grack, meniru bahasa yang digunakan ISIS ketika menyebarkan daftar nama itu.
(ian)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Anggota Grup Jagal ISIS...
Anggota Grup Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Akan Diekstradisi ke AS
Dua Anggota Tim Jagal...
Dua Anggota Tim Jagal ISIS Berjuluk The Beatles Jalani Persidangan di AS
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
1 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
4 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
5 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved