Makian Kotor Duterte Tak Rusak Hubungan UE dan Filipina
Kamis, 22 September 2016 - 05:54 WIB
Makian Kotor Duterte Tak Rusak Hubungan UE dan Filipina
A
A
A
MANILA - Uni Eropa (UE) menyatakan hubungan bilateral dengan Filipina tetap di jalur normal meskipun UE dimaki Presiden Rodrigo Duterte dengan ucapan “kotor”. UE tak luput dari serangan verbal Duterte setelah bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Sekjen PBB Ban Ki-moon, mengecam pembunuhan liar dalam perang narkoba di Filipina.
Tidak rusaknya hubungan UE dan Filipina setelah muncul makian Duterte, disampaikan oleh Duta Besar UE untuk Filipina, Franz Jassen.
”UE dan Filipina menikmati hubungan baik, dan kami akan terus membahas masalah ini, di antara banyak lainnya, dalam kontak bilateral kami dengan pihak berwenang,” kata Jessen, seperti dikutip Inquirer, Kamis (22/9/2016).
Presiden Duterte pada Rabu kemarin menjelaskan alasan mengapa dia memaki UE dengan ucapan “kotor”. Menurut Duterte, dia tersinggung dengan teguran UE perihal perang narkoba di Filipina.
”Ketika saya masih walikota, tidak apa-apa. Ini berbeda, sekarang saya presiden, saya mewakili sebuah negara,” kata dalam pidato di Camarines Sur.
”Saya Presiden republik. Mengapa Anda menghina saya, mengapa Anda mengutuk saya, apa karena saya di bawah Anda? Itu sebabnya saya memaki mereka semua,” lanjut Duterte.
Baca:
Perang Narkoba Dikecam UE, Duterte Balas Hujat dengan Kata "F"
Makian Duterte pada UE itu muncul dalam pidato di Davao City pada Selasa lalu. Duterte saat itu menyebut UE munafik.
”Saya membaca kecaman dari Uni Eropa terhadap saya. Saya akan memberitahu mereka, 'f**k you’,” kata Duterte, sembari mengacungkan jari tengah yang disambut tepuk tangan pejabat dan orang-orang yang mendengar pidatonya.
”Anda melakukannya untuk penebusan dosa-dosa Anda,” lanjut Duterte. Menurut Duterte, kejahatan negara-negara Uni Eropa di masa lalu bisa dilihat di ensiklopedia. Contoh, kata dia, Prancis dan Inggris telah membunuh orang-orang Arab.
”Dan kemudian UE sekarang memiliki empedu untuk mengutuk saya. Saya mengulanginya, 'f**k you’,” tegas Duterte.
Tidak rusaknya hubungan UE dan Filipina setelah muncul makian Duterte, disampaikan oleh Duta Besar UE untuk Filipina, Franz Jassen.
”UE dan Filipina menikmati hubungan baik, dan kami akan terus membahas masalah ini, di antara banyak lainnya, dalam kontak bilateral kami dengan pihak berwenang,” kata Jessen, seperti dikutip Inquirer, Kamis (22/9/2016).
Presiden Duterte pada Rabu kemarin menjelaskan alasan mengapa dia memaki UE dengan ucapan “kotor”. Menurut Duterte, dia tersinggung dengan teguran UE perihal perang narkoba di Filipina.
”Ketika saya masih walikota, tidak apa-apa. Ini berbeda, sekarang saya presiden, saya mewakili sebuah negara,” kata dalam pidato di Camarines Sur.
”Saya Presiden republik. Mengapa Anda menghina saya, mengapa Anda mengutuk saya, apa karena saya di bawah Anda? Itu sebabnya saya memaki mereka semua,” lanjut Duterte.
Baca:
Perang Narkoba Dikecam UE, Duterte Balas Hujat dengan Kata "F"
Makian Duterte pada UE itu muncul dalam pidato di Davao City pada Selasa lalu. Duterte saat itu menyebut UE munafik.
”Saya membaca kecaman dari Uni Eropa terhadap saya. Saya akan memberitahu mereka, 'f**k you’,” kata Duterte, sembari mengacungkan jari tengah yang disambut tepuk tangan pejabat dan orang-orang yang mendengar pidatonya.
”Anda melakukannya untuk penebusan dosa-dosa Anda,” lanjut Duterte. Menurut Duterte, kejahatan negara-negara Uni Eropa di masa lalu bisa dilihat di ensiklopedia. Contoh, kata dia, Prancis dan Inggris telah membunuh orang-orang Arab.
”Dan kemudian UE sekarang memiliki empedu untuk mengutuk saya. Saya mengulanginya, 'f**k you’,” tegas Duterte.
(mas)