Kanselir Jerman Bilang UE Tengah Alami Krisis
Sabtu, 17 September 2016 - 07:13 WIB
Kanselir Jerman Bilang UE Tengah Alami Krisis
A
A
A
BRATISLAVA - Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa (UE) dalam "situasi krisis". Hal itu dikatakannya saat pemimpin negara anggota UE melakukan pertemuan di Slovakia guna membahas cara-cara untuk mendapatkan lagi kepercayaan pasca Brexit.
Angela Merkel mengatakan UE harus menunjukkan mereka bisa memperbaiki keamanan, kerjasama pertahanan dan ekonomi. Namun negara-negara UE terpecah terkait bagaimana cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan menanggapi masuknya migran.
"Kita perlu solusi untuk Eropa dan kami berada dalam situasi kritis. Anda tidak bisa menyelesaikan semua masalah Eropa dalam satu KTT," kata Merkel saat ia tiba di pertemuan itu seperti dikutip dari BBC, Sabtu (17/9/2016).
"Apa yang harus kita lakukan adalah menunjukkan dalam perbuatan kita, kita dapat melakukan hal-hal yang lebih baik di dalam keamanan dan memerangi terorisme, dan di bidang pertahanan," tukasnya.
Pertemuan selama satu hari di Bratislava menjadi yang pertama dari beberapa pertemuan untuk membangun kepercayaan, dimana roadmap baru UE harus bekerja. Rangkaian pertemuan ini akan berujung pada sebuah pertemuan puncak di Roma pada bulan Maret mendatang, ketika 60 tahun Perjanjian pendirian Uni Eropa akan dirayakan.
Angela Merkel mengatakan UE harus menunjukkan mereka bisa memperbaiki keamanan, kerjasama pertahanan dan ekonomi. Namun negara-negara UE terpecah terkait bagaimana cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan menanggapi masuknya migran.
"Kita perlu solusi untuk Eropa dan kami berada dalam situasi kritis. Anda tidak bisa menyelesaikan semua masalah Eropa dalam satu KTT," kata Merkel saat ia tiba di pertemuan itu seperti dikutip dari BBC, Sabtu (17/9/2016).
"Apa yang harus kita lakukan adalah menunjukkan dalam perbuatan kita, kita dapat melakukan hal-hal yang lebih baik di dalam keamanan dan memerangi terorisme, dan di bidang pertahanan," tukasnya.
Pertemuan selama satu hari di Bratislava menjadi yang pertama dari beberapa pertemuan untuk membangun kepercayaan, dimana roadmap baru UE harus bekerja. Rangkaian pertemuan ini akan berujung pada sebuah pertemuan puncak di Roma pada bulan Maret mendatang, ketika 60 tahun Perjanjian pendirian Uni Eropa akan dirayakan.
(ian)