Pangeran Khaled Peringatkan Iran Jangan Luncurkan Perang ke Saudi

Kamis, 15 September 2016 - 15:44 WIB
Pangeran Khaled Peringatkan...
Pangeran Khaled Peringatkan Iran Jangan Luncurkan Perang ke Saudi
A A A
MAKKAH - Pangeran Arab Saudi, Khaled al-Faisal, yang juga Gubernur Provinsi Makkah, memperingatkan Iran jangan sampai berani menggunakan kekuatan atau meluncurkan perang dalam persaingannya dengan Saudi. Dia mendesak Iran mengakhiri sikapnya dengan menyalahkan Riydah dalam mengelola ibadah haji.

Pangeran Khaled mengatakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini sukses. ”Perilaku tertib jemaah tahun ini merupakan respons terhadap semua kebohongan dan fitnah yang dilakukan terhadap kerajaan (Arab Saudi),” katanya, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan Saudi Press Agency (SPA).

Saudi dan Iran telah berseteru sejak terjadi tragedi Mina pada musim haji tahun lalu, di mana banyak jemaah haji meninggal, dengan korban terbanyak berasal dari Iran.

Pangeran Saudi itu mengatakan kepada wartawan bahwa dia ingin menyampaikan pesan kepada pemimpin Iran. ”Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk membimbing mereka dan untuk mencegah mereka dari pelanggaran dan sikap yang salah mereka terhadap sesama Muslim di antara orang-orang Arab di Irak, Suriah, Yaman dan di sekitar dunia,” bunyi pesan Pangeran Khaled, yang dikutip Reuters, Kamis (15/9/2016).

”Tapi kalau mereka sedang mempersiapkan pasukan untuk menyerang kami, kami tidak mudah diambil oleh seseorang yang akan membuat perang terhadap kami,” lanjut Pangeran Khaled memperingatkan Iran.

”Ketika kami menginginkan, dan dengan bantuan Allah SWT, kami akan menghalangi setiap agresor dan tidak akan pernah menyesal dalam melindungi Tanah Suci ini dan negara kami tercinta. Tidak ada yang bisa mencemari setiap bagian dari negara kami jika salah satu dari kami tetap berada di muka bumi.”

Para pemimpin Iran tidak menyerukan perang dengan Arab Saudi. Namun, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei beberapa hari lalu menghujat Saudi terkait pengelolaan haji.

Tahun ini, Iran secara resmi tidak mengirim jemaah haji ke Saudi. Namun, ada laporan jemaah asal Iran berangkat melalui negara lain.

Riyadh telah memutuskan hubungan dengan Teheran setelah kedutaannya di Teheran diserang oleh massa Iran yang memprotes eksekusi ulama Syiah terkemuka di Saudi, Nimr Baqir al-Nimr awal tahun ini atas tuduhan terlibat aksi terorisme. Garda Revolusi Iran sempat bersumpah untuk “balas dendam” atas kematian al-Nimr.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
14 menit yang lalu
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
2 jam yang lalu
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
3 jam yang lalu
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
4 jam yang lalu
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
5 jam yang lalu
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
9 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved