AL Mesir Tahan Lebih dari 400 Migran Ilegal di Mediterania
Kamis, 15 September 2016 - 07:16 WIB
AL Mesir Tahan Lebih dari 400 Migran Ilegal di Mediterania
A
A
A
KAIRO - Juru bicara angkatan bersenjata Mesir, Birg. Jenderal Mohamed Samir mengakatan pasukan maritim Mesir telah menahan lebih dari 400 migran di Laut Mediterania yang mencoba untuk mendarat di Eropa secara ilegal. Pernyataan itu ditulis di akun Facebook.
"Angkatan Laut (AL) Mesir telah menggagalkan upaya oleh 440 migran yang secara ilegal melintasi laut Mediterania," kata Samir. Para migran tersebut beralasa dari kebangsaan yang berbeda. Mereka mencoba melakukan perjalanan ke Eropa dengan menggunakan dua kapal seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (15/9/2016).
Awal bulan ini, lebih dari 250 imigran ilegal ditahan oleh militer Mesir di utara negara itu. Pada bulan Juli lalu, pasukan AL Mesir berhasil mencegah tiga kapal migran, membawa lebih dari 300 orang. Kapal tersebut meninggalkan kota Mediterania Alexandria dengan harapan bisa mencapai Eropa.
Gelombang migrasi melalui Mesir telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dimana negara itu berbatasan dengan Libya dan Sudan yang sarat dengan krisis. Selain itu, Mesir memiliki daerah pantai Mediterania yang luas, di mana migran dari Timur Tengah dan Afrika Utara sering melakukan perjalana menuju Eropa, dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik di sana.
Pada bulan Maret, Uni Eropa (UE) dan Turki menyepakati kesepakatan, di mana Ankara berjanji untuk mengambil kembali semua migran tidak berdokumen yang tiba di Uni Eropa melalui wilayahnya. Sebagai gantinya, para pengungsi Suriah ditampung di Turki akan dipindahkan ke sebuah blok yang menjadi tempat penampungan
Sebagai imbalan untuk kesepakatan itu, blok tersebut berjanji untuk mempercepat upaya UE terhadap keanggotaan Turki dan memperkenalkan rezim bebas visa.
"Angkatan Laut (AL) Mesir telah menggagalkan upaya oleh 440 migran yang secara ilegal melintasi laut Mediterania," kata Samir. Para migran tersebut beralasa dari kebangsaan yang berbeda. Mereka mencoba melakukan perjalanan ke Eropa dengan menggunakan dua kapal seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (15/9/2016).
Awal bulan ini, lebih dari 250 imigran ilegal ditahan oleh militer Mesir di utara negara itu. Pada bulan Juli lalu, pasukan AL Mesir berhasil mencegah tiga kapal migran, membawa lebih dari 300 orang. Kapal tersebut meninggalkan kota Mediterania Alexandria dengan harapan bisa mencapai Eropa.
Gelombang migrasi melalui Mesir telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir dimana negara itu berbatasan dengan Libya dan Sudan yang sarat dengan krisis. Selain itu, Mesir memiliki daerah pantai Mediterania yang luas, di mana migran dari Timur Tengah dan Afrika Utara sering melakukan perjalana menuju Eropa, dengan harapan mendapat kehidupan yang lebih baik di sana.
Pada bulan Maret, Uni Eropa (UE) dan Turki menyepakati kesepakatan, di mana Ankara berjanji untuk mengambil kembali semua migran tidak berdokumen yang tiba di Uni Eropa melalui wilayahnya. Sebagai gantinya, para pengungsi Suriah ditampung di Turki akan dipindahkan ke sebuah blok yang menjadi tempat penampungan
Sebagai imbalan untuk kesepakatan itu, blok tersebut berjanji untuk mempercepat upaya UE terhadap keanggotaan Turki dan memperkenalkan rezim bebas visa.
(ian)