Duterte Minta Pasukan AS Hengkang, Begini Reaksi Washington

Selasa, 13 September 2016 - 16:17 WIB
Duterte Minta Pasukan...
Duterte Minta Pasukan AS Hengkang, Begini Reaksi Washington
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengaku sudah membaca laporan media soal komentar Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang minta pasukan AS hengkang dari Filipina selatan. Washington mengatakan tidak ada permintaan resmi dari Manila soal penarikan pasukan AS dari Filipina selatan.

Juru bicara Departmen Luar Negeri AS, John Kirby, mengatakan bahwa AS tidak akan menanggapi komentar Presiden Duterte kecuali permintaan resmi dibuat oleh Filipina.

”Saya sudah melihat komentar. Saya sudah melihatnya dalam laporan media, dan apa yang saya dapat beritahukan pada Anda adalah bahwa kami tidak mengetahui adanya komunikasi (permintaan) resmi dari Pemerintah Filipina,” kata Kirby.

“Jadi kita akan tetap berhubungan dengan rekan-rekan kami di Pemerintah Filipina,” lanjut Kirby dalam jumpa pers, hari Senin waktu AS, yang dikutip Reuters, Selasa (13/9/2016).

Mengutip sejarah antara kedua negara, Kirby menekankan bahwa AS berkomitmen untuk bersekutu dengan Filipina. Kirby menambahkan bahwa AS berbagi kepedulian dengan Duterte yang mencemaskan nasib pasukan Amerika di Filipina.

”Kami mempertahankan kekhawatiran tentang keselamatan pasukan kami di seluruh dunia. Ini salah satu pertimbangan utama kepemimpinan militer Amerika,” ujar Kirby. Saat ini, kurang dari 200 tentara AS telah dikerahkan di Zamboanga, Filipina selatan, untuk membantu pasukan keamanan Filipina dalam perang melawan teroris.

Baca:
Duterte: Semua Pasukan AS Harus Hengkang dari Filipina Selatan


Sebelumnya diberitakan, bahwa Presiden Duterte, mengatakan semua pasukan AS harus hengkang dari wilayah selatan negaranya. Duterte menganggap tentara AS telah mengobarkan ketegangan dengan penduduk Muslim di Filipina selatan.

Presiden berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” ini blak-blakan menentang keberadaan tentara AS yang ditempatkan di wilayah Mindanao selatan. Alasannya, perdamaian tidak pernah tercipta selama lebih dari satu abad di wilayah itu sejak adanya pasukan AS.

”Selama kita tinggal dengan Amerika, kita tidak akan pernah memiliki damai di negeri itu,” ucap Duterte.

Presiden yang mengobarkan perang melawan narkoba dan penjahat di negaranya ini juga menampilkan beberapa foto hitam putih dari tahun 1900-an. Foto-foto itu menunjukkan perempuan dan anak-anak dibunuh oleh pasukan AS.

”Pasukan khusus (AS), mereka harus pergi. Mereka di Mindanao harus pergi, ada banyak orang kulit putih di sana, mereka harus pergi,” ujar Duterte. ”Saya tidak ingin ada keretakan dengan Amerika, tetapi mereka harus pergi.”
(mas)
Berita Terkait
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Media Amerika Serikat:...
Media Amerika Serikat: Vietnam Berisiko Gagal, Timnas Indonesia Punya Tugas Mudah
Melunak, Filipina Cabut...
Melunak, Filipina Cabut Ancaman Akhiri Pakta Militer dengan AS
Menhan Filipina Mengaku...
Menhan Filipina Mengaku Didesak China Hentikan Tinjauan Pakta Pertahanan dengan AS
AS-Filipina Gelar Pertemuan...
AS-Filipina Gelar Pertemuan Soal Perjanjian Pertahanan, China Waspada
Duterte Gantung Nasib...
Duterte 'Gantung' Nasib Perjanjian Kunjungan Pasukan AS
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved