AS Diprediksi Kian Agresif Suarakan Kebebasan Navigasi di LCS

Rabu, 07 September 2016 - 01:34 WIB
AS Diprediksi Kian Agresif...
AS Diprediksi Kian Agresif Suarakan Kebebasan Navigasi di LCS
A A A
JAKARTA - Putusan Pengadilan Arbitrase soal Laut China Selatan (LCS) akan membuat Amerika Serikat (AS) semakin agresif menyuarakan kebebasan navigasi di kawasan itu. Demikian disampaikan pengamat hukum internasional dari Universitas Hofstra, Julian Ku.

Sebelum putusan pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda itu keluar, AS sejatinya sudah menyuarakan kebebasan bernavigasi di Laut China Selatan, yang diikuti patroli. Tindakan AS tela membuat China marah dan menuduh AS mencoba untuk memancing konflik yang lebih dalam di Laut China Selatan.

Dengan adanya putusan Pengadilan Arbitrase, lanjut Julian, AS kemungkinan akan gencar meluncurkan kampanye menyuarakan kebebasan bernavigasi di Laut China Selatan.

"AS mungkin saja akan meluncurkan kampanye yang lebih agresif mengenai kebebasan bernavigasi di kawasan tersebut, yang sejalan dengan keputusan Pengadilan Arbitrase," ucap Julian pada Selasa (6/9/2016).

Dia menambahkan, AS mungkin akan secara personal mengajak sejumlah negara, beberapa di antaranya adalah Australia, Jepang dan Prancis untuk melakukan patroli di Laut China Selatan sebagai bagian dari kampanye kebebasan bernavigasi. Sejauh ini, Jepang adalah negara yang paling berminat melakukan patroli.

Jika Jepang benar-benar melakukan patroli, kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah adanya konfrontasi langsung di kawasan tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Klaim China Terhadap...
Klaim China Terhadap Fitur di Laut China Selatan Bisa Picu Serangan Balasan
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
20 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
59 menit yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved