AS-Rusia Gagal Sepakati Gencatan Senjata di Suriah
Senin, 05 September 2016 - 00:40 WIB
AS-Rusia Gagal Sepakati Gencatan Senjata di Suriah
A
A
A
HANGZHOU - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan bahwa AS dan Rusia sedang berjuang untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Suriah. Kedua negara berencana untuk melakukan pertemuan hari ini.
"Kami belum sampai disana," kata Obama kepada wartawan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May, mencatat gencatan senjata sebelumnya telah gagal untuk bertahan lama.
"Kami memiliki perbedaan dengan Rusia terkait dua pihak yang kami dukung tetapi memang dibutuhkan proses untuk mewujudkan perdamaian di Suriah," kata Obama di sela-sela KTT G20 di Hangzhou, China, seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2016).
AS dan Rusia berada di sisi yang berlawanan dalam perang lima tahun Suriah. Rusia memberikan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, sedangkan AS dan koalisinya menjadi penyokong utama kelompok oposisi.
"Tapi jika kita tidak mendapatkan beberapa inisiatif dari Rusia untuk mengurangi kekerasan dan meringankan krisis kemanusiaan, maka sulit untuk melihat bagaimana kita sampai ke tahap berikutnya," kata Obama.
Perang saudara di Suriah telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang dan 11 juta pengungsi. Hal ini menyebabkan krisis pengungsi di Timur Tengah dan Eropa serta memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kelompok ekstrimis militan.
"Kami belum sampai disana," kata Obama kepada wartawan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May, mencatat gencatan senjata sebelumnya telah gagal untuk bertahan lama.
"Kami memiliki perbedaan dengan Rusia terkait dua pihak yang kami dukung tetapi memang dibutuhkan proses untuk mewujudkan perdamaian di Suriah," kata Obama di sela-sela KTT G20 di Hangzhou, China, seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2016).
AS dan Rusia berada di sisi yang berlawanan dalam perang lima tahun Suriah. Rusia memberikan dukungan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad, sedangkan AS dan koalisinya menjadi penyokong utama kelompok oposisi.
"Tapi jika kita tidak mendapatkan beberapa inisiatif dari Rusia untuk mengurangi kekerasan dan meringankan krisis kemanusiaan, maka sulit untuk melihat bagaimana kita sampai ke tahap berikutnya," kata Obama.
Perang saudara di Suriah telah menewaskan lebih dari 250 ribu orang dan 11 juta pengungsi. Hal ini menyebabkan krisis pengungsi di Timur Tengah dan Eropa serta memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kelompok ekstrimis militan.
(ian)