Massa Anti-Kudeta di Istanbul: Erdogan Hadiah dari Tuhan

Senin, 08 Agustus 2016 - 10:53 WIB
Massa Anti-Kudeta di...
Massa Anti-Kudeta di Istanbul: Erdogan Hadiah dari Tuhan
A A A
ISTANBUL - Lebih dari satu juta warga Turki dengan kostum warna merah berkumpul di Istanbul kemarin untuk mengenang kudeta gagal yang menewaskan ratusan orang. Massa anti-kudeta ini menyuarakan kebangaannya pada Presiden Turki Tayyip Erdogan yang mereka anggap hadiah dari Tuhan.

Dalam aksianya, massa mengusung poster raksasa “Bapak Turki Modern” Kemal Ataturk yang disandingkan dengan spanduk bergambar Presiden Erdogan. Berbagai tulisan pujian ditujukan pada Erdogan yang berhasil menggerakkan rakyat Turki melawan kudeta militer pada 15 Juli 2016 lalu.

”Anda adalah hadiah dari Tuhan, Erdogan,” bunyi spanduk yang diusung massa.”Mintalah kami mati dan kami akan melakukannya,” bunyi spanduk yang lain.

Erdogan turut hadir dalam pawai akbar anti-kudeta di Istanbul. Dia ikut mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang ratusan warga sipil yang tewas saat melawan kudeta militer. Warga sipil yang tewas dalam kudeta dinyatakan sebagai “martir”.

”Malam itu, musuh kita yang menggosok tangan mereka untuk mengantisipasi kejatuhan Turki, bangun keesokan harinya dengan kesedihan bahwa hal-hal akan lebih sulit dari sekarang,” kata Erdogan usai mengheningkan cipta.

”Mulai sekarang, kami akan memeriksa sangat hati-hati apa yang kita miliki. Kami akan melihat siapa saja yang kita miliki di militer, yang kita miliki di peradilan, dan membuang yang lain keluar dari pintu,” ujar Erdogan, seperti dikutip Russia Today, semalam (7/8/2016).

Pasca-kudeta gagal, Erdogan berencana menerapkan kembali hukuman mati di Turki yang sudah dihapus pada tahun 2004. Hukuman mati dianggap layak bagi orang-orang yang “berkhianat”. Keputusan jadi tidaknya penerapan hukuman mati di Turki kini tergantung pada parlemen.

”Kita perlu mengevaluasi dengan baik bukan hanya mereka yang terlibat dalam pengkhianatan ini, tapi kekuatan di belakang mereka, motif yang membuat mereka mengambil tindakan,” kata Presiden Erdogan, merujuk pada musuh bebuyutannya, Fethullah Gulen, ulama yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat (AS).
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
43 menit yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
2 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
2 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
3 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
4 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved