Australia Disebut Bakal Pantau Latihan Perang China-Rusia di LCS

Jum'at, 05 Agustus 2016 - 06:10 WIB
Australia Disebut Bakal...
Australia Disebut Bakal Pantau Latihan Perang China-Rusia di LCS
A A A
MOSKOW - Pemerintah China dan Rusia telah sepakat untuk menggelar latihan perang bersama di wilayah sengketa Laut China Selatan (LCS) bulan depan. Terkait hal ini, militer Australia diduga akan memata-matai latihan tersebut.

Meskipun Australia menyatakan netralitasnya terhadap latihan itu, namun media Rusia Fairfax mengutip sebuah sumber keamanan mengatakan Australia akan memata-matai kegiatan tersebut. "Pertahanan Australia sangat bodoh jika melewatkan kesempatan ini," kata sumber tersebut sembari menambahkan bahwa Canberra merencanakan menyebar aset militernya di wilayah tersebut.

Meski begitu, sumber tersebut tidak menyebutkan secara rinci aset militer yang akan ditempatkan Australia. Pesawat pengintai P-3 Orion, kapal selam kelas Collins, dan kapal perang sangat mungkin dikirim Australia untuk mengamati latihan perang itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (5/8/2016).

Seorang ahli keamanan Dr Adam Lockyer kepada News.com.au mengatakan bahwa bentuk operasi pengawasan Australia dapat berupa apa pun. Namun mereka tidak akan bersikap provokatif. "AS dan negara-negara lain sudah memata-matai. Semua yang kami lakukan adalah menyatakan diri bergabung dengan negara-negara lain untuk melawan China. Kami mungkin tidak akan membuat sebuah langkah agresig seperti mencoba untuk terbang diatas pulau buatan mereka," katanya.

Australia tidak memiliki klaim teritorial di Laut Cina Selatan, namun tetap menyerukan China untuk menerima putusan pengadilan Arbitrase. Dalam editorialnya, media China Global Times lantas memperingatkan Australia atas setiap upaya untuk menekan China agar mendapatkan tawar menawar untuk kepentingan ekonomi.

"Kekuatan Australia berarti apa-apa dibandingkan dengan keamanan China. Jika Australia langkah ke perairan Laut Cina Selatan, itu akan menjadi target ideal bagi Cina untuk memperingatkan dan pemogokan."
(ian)
Berita Terkait
Gentayangan di LCS,...
Gentayangan di LCS, China Sebut Pesawat Intai Australia Ancam Kedaulatan
2 Negara Tetangga Indonesia...
2 Negara Tetangga Indonesia Ini Berani Menggertak China
Dukung AS, Australia...
Dukung AS, Australia Tolak Klaim China atas Laut China Selatan
Pilot Australia Ditawari...
Pilot Australia Ditawari Bantuan Psikologis setelah Cegat Jet Tempur China
China: Ikut Campur Laut...
China: Ikut Campur Laut China Selatan, Australia bak Naik Kapal Bocor AS
4 Negara yang Terimbas...
4 Negara yang Terimbas Peta Baru China, dari India hingga Malaysia
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
5 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved