Sepanjang 2016, Hampir 50% Serangan ISIS di Barat Sukses
Jum'at, 05 Agustus 2016 - 05:48 WIB
Sepanjang 2016, Hampir 50% Serangan ISIS di Barat Sukses
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah laporan keamanan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa ISIS telah dikaitkan dengan sekitar 100 plot serangan terhadap Barat dalam dua tahun terakhir. Kekhawatiran muncul karena serangan kelompok teroris ini semakin efektif dengan 44% dari plot pada tahun 2016 berjalan sukses.
Dalam laporan itu, 41 dari 100 atau lebih plot yang didalangi oleh ISIS terjadi di AS. Prancis adalah satu-satunya negara di Eropa yang plotnya mencapai dua digit yaitu 20 sejak 2014.
"Sekarang ada kelompok Sunni yang lebih ekstrimis, anggota, dan tempat berlindungnya sangat aman sepanjang sejarah. ISIS, termasuk 8 dan beberapa cabang yang didirikan tengah berkembang, telah menjadi ancaman teroris global terkemuka. Pemimpin ISIS ini bertekad berusaha untuk menyerang AS," kata Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/8/2016).
Serangan ini juga menjadi lebih mematikan. Pada 2015, total 720 orang terluka atau terbunuh. Namun, angka ini telah terlampaui pada tahun ini, dengan 875 korban sejauh ini. Ini juga menunjukkan fakta bahwa serangan oleh IS menjadi lebih terencana. Laporan tersebut menunjukkan bahwa hanya di bawah sepertiga dari serangan tahun lalu yang dilakukan oleh ISIS berhasil. Namun, pada tahun 2016, angka ini telah meningkat menjadi hampir satu dari dua, dengan 44 persen dari serangan kelompok teror itu sukses.
"Sayangnya meskipun semua kemajuan kita terhadap ISIL di medan perang dan di ranah keuangan, usaha kita tidak mengurangi kemampuan terorisme kelompok dan jangkauan global," kata Direktur CIA John Brennan.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat seberapa sukses ISIS mengelola perekrutan anggota dengan agenda terorisme. Laporan itu menyatakan bahwa sebagian besar plot didalangi oleh individu yang terinspirasi oleh ISIS ketimbang mereka yang benar-benar anggota ISIS
"Tahun ini selama Ramadhan, ISIS mendesak para pendukung di seluruh dunia untuk melakukan serangan di tanah air mereka, dan para pengikutnya tampaknya telah merespon, seperti pria bersenjata dalam serangan Orlando. Dalam contoh terpisah, seorang pria di Prancis menewaskan seorang kepala polisi dan istrinya di rumah mereka, mengikuti seruan ISIS untuk operasi selama bulan suci," kata laporan itu.
Dalam laporan itu, 41 dari 100 atau lebih plot yang didalangi oleh ISIS terjadi di AS. Prancis adalah satu-satunya negara di Eropa yang plotnya mencapai dua digit yaitu 20 sejak 2014.
"Sekarang ada kelompok Sunni yang lebih ekstrimis, anggota, dan tempat berlindungnya sangat aman sepanjang sejarah. ISIS, termasuk 8 dan beberapa cabang yang didirikan tengah berkembang, telah menjadi ancaman teroris global terkemuka. Pemimpin ISIS ini bertekad berusaha untuk menyerang AS," kata Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (5/8/2016).
Serangan ini juga menjadi lebih mematikan. Pada 2015, total 720 orang terluka atau terbunuh. Namun, angka ini telah terlampaui pada tahun ini, dengan 875 korban sejauh ini. Ini juga menunjukkan fakta bahwa serangan oleh IS menjadi lebih terencana. Laporan tersebut menunjukkan bahwa hanya di bawah sepertiga dari serangan tahun lalu yang dilakukan oleh ISIS berhasil. Namun, pada tahun 2016, angka ini telah meningkat menjadi hampir satu dari dua, dengan 44 persen dari serangan kelompok teror itu sukses.
"Sayangnya meskipun semua kemajuan kita terhadap ISIL di medan perang dan di ranah keuangan, usaha kita tidak mengurangi kemampuan terorisme kelompok dan jangkauan global," kata Direktur CIA John Brennan.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mencatat seberapa sukses ISIS mengelola perekrutan anggota dengan agenda terorisme. Laporan itu menyatakan bahwa sebagian besar plot didalangi oleh individu yang terinspirasi oleh ISIS ketimbang mereka yang benar-benar anggota ISIS
"Tahun ini selama Ramadhan, ISIS mendesak para pendukung di seluruh dunia untuk melakukan serangan di tanah air mereka, dan para pengikutnya tampaknya telah merespon, seperti pria bersenjata dalam serangan Orlando. Dalam contoh terpisah, seorang pria di Prancis menewaskan seorang kepala polisi dan istrinya di rumah mereka, mengikuti seruan ISIS untuk operasi selama bulan suci," kata laporan itu.
(ian)