Retorika Perang China Lawan AS soal Laut China Selatan Memanas

Selasa, 02 Agustus 2016 - 07:44 WIB
Retorika Perang China...
Retorika Perang China Lawan AS soal Laut China Selatan Memanas
A A A
BEIJING - Retorika perang China melawan Amerika Serikat (AS) terkait polemik sengketa kawasan Laut China Selatan kian memanas. Retorika perang disuarakan oleh media Pemerintah China Global Times dan lembaga think-tank AS, Rand Corporation.

Media Beijing marah terhadap prediksi lembaga think-tank yang menyebut bahwa perang kedua kubu akan menimbulkan kerugian besar pada China. Media itu membalas dengan menulis Beijing justru akan membuat AS dan sekutunya lebih menderita.

Baca:
Seteru Laut China Selatan Memanas, China Ingin Bikin AS Cs Berdarah

Rand Corporation dalam laporannya memprediksi bahwa konflik bisa pecah antara sekarang dan tahun 2025. ”AS tidak lagi bisa begitu yakin bahwa perang akan mengikuti rencana dan jadi penyebab penentu kemenangan,” bunyi laporan itu yang dikutip dari situs resminya, rand.org, Selasa (2/8/2016).

”Kerugian China akan jauh melampaui kerugian AS, dan kesenjangan hanya akan tumbuh sebagai (imbas) pertempuran,” lanjut laporan itu.

Retorika Perang China Lawan AS soal Laut China Selatan Memanas


Di luar tahun 2025, lanjut laporan Rand, teknologi dan angka kesenjangan akan ditutup secara signifikan. ”Bahkan kemudian, bagaimanapun China tidak bisa yakin untuk mendapatkan keuntungan militer, yang menunjukkan kemungkinan berkepanjangan dan merusak, namun tidak meyakinkan, perang.”

Sebagai balasan dari prediksi itu, Global Times yang merupakan bagian dari People Daily, media yang dikelola negara China melihat hal-hal yang berbeda.

”Kami akan sangat berhati-hati tentang melangkah ke perang, tetapi jika perang sudah dipicu, kami akan memiliki tekad yang lebih besar dari AS untuk melawannya sampai akhir dan kami bisa menanggung kerugian lebih dari AS,” tulis Global Times dalam editorialnya.

”Jelas, lembaga-lembaga tertentu di China dan AS sedang mempelajari skenario terburuk dari konflik militer,” lanjut editorial itu.

Baca juga:
Alasan Australia Jadi Target Empuk Beijing di Laut China Selatan

Sengketa kawasan Laut China Selatan sejatinya hanya melibatkan China dan beberapa negara ASEAN, seperti Filipina, Malaysia, Brunei dan Vietnam. Namun, AS ikut menolak klaim China karena berkeyakinan kawasan Laut China Selatan sebagai kawasan internasional.

Sebagai komitmen penolakan itu, AS bertekad melakukan patroli dengan kapal-kapal perang dan pesawat di kawasan itu dengan dalih menegakkan kebebasan bernavigasi.

Retorika Perang China Lawan AS soal Laut China Selatan Memanas


Seteru itu semakin sengit setelah putusan Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA) Laut China Selatan di Den Haag memenangkan gugatan Filipina atas China soal wilayah “Nine-Dash Line” di kawasan tersebut. China menolak putusan PCA yang keluar 12 Juli 2016 lalu.

Penolakan China itu memicu AS, Jepang dan Australia mengeluarkan pernyataan trilateral untuk mendesak Beijing agar menghormati aturan hukum.

Desakan AS dan sekutunya itu justru memicu respons marah dari Menteri Luar Negeri China Wang Yi. ”Ini adalah waktu untuk menunjukkan siapa mereka sebenarnya, apakah mereka pasukan penjaga perdamaian atau (pembuat) onar,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
1 jam yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
2 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
2 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved