Seteru Laut China Memanas, China Ingin Bikin AS Cs Berdarah

Senin, 01 Agustus 2016 - 08:22 WIB
Seteru Laut China Memanas,...
Seteru Laut China Memanas, China Ingin Bikin AS Cs Berdarah
A A A
BEIJING - Militer Beijing menyerukan respons yang kuat terhadap Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dalam perseteruan di Laut China Selatan yang dipicu oleh sengketa maritim. Militer China menyerukan untuk membuat “hidung” AS dan sekutunya berdarah sebagai desksripsi dari sebuah invasi.

Pemerintah China sudah terang-terangan menolak putusan Pengadilan Tetap Arbitrase (PCA) di Den Haag. Putusan yang keluar pada 12 Juli 2016 itu memenangkan gugatan Filipina terhadap China perihal sengketa “Nine-Dash Line” kawasan Laut China Selatan.

China menilai putusan PCA yang berpihak pada Filipina sebagai lelucon yang tidak memiliki dasar hukum dan bagian dari rencana anti-China yang “dimasak” di Washington.

Sejauh ini, Beijing belum menunjukkan tanda-tanda ingin mengambil tindakan militer yang lebih kuat. Sebaliknya Pemerintah Presiden Xi Jinping, telah menyerukan resolusi damai melalui perundingan di luar putusan PCA terkait sengketa Laut China Selatan.

Meski demikian, beberapa elemen militer China semakin percaya diri untuk memberikan respons militer yang kuat terhadap AS dan sekutu regionalnya. Hal itu diungkap empat sumber yang memiliki hubungan dekat dengan militer dan pemimpin China.

”Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) siap,” kata seorang sumber yang memiliki hubungan dekat dengan militer China kepada Reuters, Senin (1/8/2016).

”Kita harus pergi dan memberi mereka hidung berdarah seperti yang dilakukan Deng Xiaoping kepada Vietnam pada tahun 1979,” lanjut sumber itu merujuk pada invasi singkat China terhadap Vietnam saat membela sekutu Beijing, Khmer Merah.

Sumber meminta ditulis dalam kondisi anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Sumber lain yang memiliki hubungan dengan kepemimpinan China membenarkan ada sentimen anti-AS di elemen-elemen PLA.

”Amerika Serikat akan melakukan apa yang harus dilakukan. Kami akan melakukan apa yang harus kita lakukan,” ujarnya. ”Seluruh sisi militer telah mengeras. Itu adalah kerugian besar dari wajah (mereka),” imbuh dia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Yang Yujun, enggan membahas perihal keinginan militer China untuk merespons negara-negara asing yang ikut campur dalam sengketa Laut China Selatan. Sedangkan para pakar politik dan militer China membenarkan adanya sentimen militer anti-AS yang menguat.

”Militer China akan meningkatkan dan berjuang keras dan China tidak akan pernah tunduk kepada negara manapun mengenai masalah-masalah kedaulatan,” kata Liang Fang, seorang profesor di Universitas Pertahanan Nasional.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
21 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved