Jepang Bantah Telah Mata-matai China
Kamis, 28 Juli 2016 - 14:04 WIB
Jepang Bantah Telah Mata-matai China
A
A
A
TOKYO - Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga mengatakan, pemerintah Jepang telah menerima pemberitahuan dari China tentang penangkapan seorang warga negaranya. Namun, Tokyo membantah keterlibatannya dalam kegiatan mata-mata.
Sebelumnya, media melaporkan bahwa warga Jepang yang tengah berkunjung ke Beijing tidak kembali ke rumahnya. Kemungkinan ia telah ditahan oleh pihak berwenang China karena dicurigai melakukan aksi mata-mata. Pria tersebut diketahui bekerja untuk sebuah organisasi yang berurusan tentang pertukaran antara Jepang dan China.
"Pemerintah Jepang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut (mata-mata) terhadap negara manapun," kata Suga menanggapi tudingan mata-mata tersebut seperti dikutip Sputnik dari kantor berita Kyodo, Kamis (28/7/2016).
Pemerintah Jepang dilaporkan telah memberikan bantuan kepada warganya itu melalui Kedutaan Besar Jepang di Beijing. Mereka pun telah mengkonfirmasi penahanan terhadap warganya tersebut.
Sejak akhir 2012, lebih dari 10 warga Jepang telah ditahan oleh pemerintah China karena dicurigai melakukan aksi spionase. Menurut laporan media, tahun lalu saja, Bejing menangkap empat warga Jepang atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan mata-mata dimana salah satunya dimajukan ke meja hijau.
Sebelumnya, media melaporkan bahwa warga Jepang yang tengah berkunjung ke Beijing tidak kembali ke rumahnya. Kemungkinan ia telah ditahan oleh pihak berwenang China karena dicurigai melakukan aksi mata-mata. Pria tersebut diketahui bekerja untuk sebuah organisasi yang berurusan tentang pertukaran antara Jepang dan China.
"Pemerintah Jepang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut (mata-mata) terhadap negara manapun," kata Suga menanggapi tudingan mata-mata tersebut seperti dikutip Sputnik dari kantor berita Kyodo, Kamis (28/7/2016).
Pemerintah Jepang dilaporkan telah memberikan bantuan kepada warganya itu melalui Kedutaan Besar Jepang di Beijing. Mereka pun telah mengkonfirmasi penahanan terhadap warganya tersebut.
Sejak akhir 2012, lebih dari 10 warga Jepang telah ditahan oleh pemerintah China karena dicurigai melakukan aksi spionase. Menurut laporan media, tahun lalu saja, Bejing menangkap empat warga Jepang atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan mata-mata dimana salah satunya dimajukan ke meja hijau.
(ian)