Kerry-Lavrov Bahas Rencana Kerjasama di Suriah
Selasa, 26 Juli 2016 - 14:50 WIB
Kerry-Lavrov Bahas Rencana Kerjasama di Suriah
A
A
A
VIENTIANE - Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) John Kerry bertemu dengan koleganya dari Rusia, Sergei Lavrov, untuk membahas proposal AS tentang kerjasama militer di Suriah. Pertemuan ini dilakukan di sela-sela pertemuan negara-negara Asia Tenggara di Laos.
Pertemuan ini adalah yang kedua kalinya dalam satu bulan terakhir guna membahas rencana kerjasama militer di Suriah. Dalam proposal kerjasama itu Washington dan Moskow akan berbagi data intelijen untuk mengkoordinasikan serangan udara terhadap Front al-Nusra, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Proposal kerjasama miter itu juga melarang angkatan udara Suriah menyerang kelompok pemberontak moderat.
Kerry bersikeras mempertahankan proposal kerjasama itu meskipun sikap skeptisisme muncul dari pejabat militer dan intelijen AS atas niat Rusia seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2016).
Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih mengatakan bahwa rencana itu adalah kesempatan terbaik untuk membatasi pertempuran yang mendorong ribuan warga sipil Suriah berbondong-bondong mengungsi ke Eropa. Selain itu, pertempuran telah mecegah bantuan kemanusiaan mencapai lokasi penduduk yang terjebak perang dan mempertahankan solusi politik.
Pertemuan ini adalah yang kedua kalinya dalam satu bulan terakhir guna membahas rencana kerjasama militer di Suriah. Dalam proposal kerjasama itu Washington dan Moskow akan berbagi data intelijen untuk mengkoordinasikan serangan udara terhadap Front al-Nusra, kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Proposal kerjasama miter itu juga melarang angkatan udara Suriah menyerang kelompok pemberontak moderat.
Kerry bersikeras mempertahankan proposal kerjasama itu meskipun sikap skeptisisme muncul dari pejabat militer dan intelijen AS atas niat Rusia seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2016).
Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih mengatakan bahwa rencana itu adalah kesempatan terbaik untuk membatasi pertempuran yang mendorong ribuan warga sipil Suriah berbondong-bondong mengungsi ke Eropa. Selain itu, pertempuran telah mecegah bantuan kemanusiaan mencapai lokasi penduduk yang terjebak perang dan mempertahankan solusi politik.
(ian)