Ancaman China: Bencana bagi Patroli AS di Laut China Selatan

Selasa, 19 Juli 2016 - 08:50 WIB
Ancaman China: Bencana...
Ancaman China: Bencana bagi Patroli AS di Laut China Selatan
A A A
BEIJING - Militer Angkatan Laut China mengeluarkan ancaman terhadap militer Amerika Serikat (AS) jika terus nekat melakukan patroli di sekitar proyek-proyek reklamasi China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan. Menurut China, akan ada bencana bagi patroli AS.

Ancaman itu muncul dalam sebuah forum tertutup pada hari Senin. Sun Jianguo, seorang Laksamana dan Wakil Kepala Staf Gabungan Departemen Komisi Militer Pusat China, menekankan bahwa kebebasan navigasi memang tidak pernah mengancam, tetapi tindakan lebih lanjut dari agresi militer bisa memiliki konsekuensi yang mengerikan.

Baca juga:
China Terbangan Bomber Nuklir 6-HK di Laut China Selatan

Seperti diketahui, AS selama ini melakukan patroli di Laut China Selatan dengan dalih menegakkan kebebasan bernavigasi. Sebab, menurut AS, Laut China Selatan merupakan kawasan internasional.

”Kapan kebebasan navigasi di Laut China Selatan memiliki pengaruh? Ini belum, apakah di masa lalu atau sekarang, dan di masa depan tidak akan ada masalah selama tidak memainkan trik,” katanya.

”Tapi China secara konsisten menentang apa yang disebut sebagai kebebasan navigasi militer, yang membawa serta ancaman militer, yang menantang dan tidak menghormati hukum laut internasional. Kebebasan navigasi militer semacam ini merusak kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan, dan bahkan bisa keluar dengan bencana,” lanjut Sun Jianguo, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (19/7/2016).

Beijing saat ini terus meningkatkan kehadiran militernya di wilayah Laut China Selatan. Pada hari Senin, Administrasi Keselamatan Maritim China (MSA) mengumumkan bahwa negara itu akan meluncurkan serangkaian latihan perang.

Selama latihan yang akan dimulai Kamis nanti, Beijing tidak mengizinkan setiap kapal sipil melintas sampai latihan perang selesai.

Sebelumnya, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA-AF) pada Jumat lalu menerbangkan pesawat pengebom nuklir H-6K di atas Scarborough Shoal, wilayah yang disengketakan antara China dan Filipina di Laut China Selatan. Manuver ini dilakukan beberapa hari setelah putusan pengadilan arbitrase (PCA) di Den Haag memenangkan gugatan Filipina.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
43 menit yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
1 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
2 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
3 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
4 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
5 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved