Pembantaian di Kelab Gay Orlando Terngeri dalam Sejarah AS

Senin, 13 Juni 2016 - 07:40 WIB
Pembantaian di Kelab...
Pembantaian di Kelab Gay Orlando Terngeri dalam Sejarah AS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, mengutuk penembakan massal di kelab gay di Orlando yang merenggut 50 orang dan melukai 53 lainnya. Obama menyebutnya sebagai pembantaian paling mengerikan dalam sejarah AS.

Banyaknya korban tewas dalam serangan di Orlando ini melampui jumlah korban tewas dalam pembantaian di Tech University Virginia tahun 2007 yang mencapai 32 orang.

Pembantaian di Kelab Gay Orlando Terngeri dalam Sejarah AS


Penembakan massal di kelab gay Pulse, Orlando, oleh Omar Mateen, 27, warga AS keturunan Afghanistan terjadi pada Minggu pukul 02.00 pagi waktu AS atau semalam WIB.

“Serangan di Orlando adalah penembakan paling mematikan dalam sejarah Amerika,” kata Presiden Obama.

”Tidak ada penilaian definitif tentang motivasi yang tepat dari si pembunuh,” lanjut Obama kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Senin (13/6/2016). “Yang jelas, dia adalah orang yang penuh dengan kebencian.”

Baca:
Pelaku Penembakan di Orlando Adalah Warga AS Keturunan Afghanistan

”Serangan pada setiap warga Amerika, terlepas dari ras, etnis, agama atau orientasi seksual, adalah serangan terhadap kita semua,” lanjut Presiden Obama.

”(Serangan) tidak akan mengubah siapa kita,” katanya. ”Kami tidak akan memberikan ini menjadi rasa takut atau berbalik melawan satu sama lain. Sebaliknya, kita akan bersatu sebagai orang Amerika.”

Pembantaian di Kelab Gay Orlando Terngeri dalam Sejarah AS


Pihak Sherrif Orange County mengatakan, proses evakuasi korban pembantaian dari kelab Pulse terus berlangsung. Menurut pihak rumah sakit, beberapa korban penembakan menjalani operasi dengan beberapa dari mereka dalam kondisi kritis.

Baca juga:
Kemlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Massal di Orlando

Pembantaian terjadi saat Wali Kota Orlando Buddy Dyer melakukan konferensi pers pada hari Minggu.

”Hari ini kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan dan tak terbayangkan," kata Dyer.

"Hal ini dengan sangat sedih, saya berbagi bahwa kita tidak memiliki 20 tapi 50 korban (tewas), selain penembak. Ada lagi 53 orang dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
13 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
41 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved