Korban 200 Anak, Polisi Malaysia Cek Jejak Paedofil Inggris

Jum'at, 03 Juni 2016 - 17:46 WIB
Korban 200 Anak, Polisi...
Korban 200 Anak, Polisi Malaysia Cek Jejak Paedofil Inggris
A A A
KUALA LUMPUR - Kepolisian Malaysia mengidentifikasi lokasi-lokasi yang pernah dikunjungi tersangka paedofil asal Inggris, Richard Huckle. Dia tertangkap dengan lebih dari 20 ribu gambar pelecehan seks anak dan mengaku melakukan serangan seksual terhadap sekitar 200 anak, beberapa di antaranya balita.

Wakil Direktur Penyelidikan dan Hukum Kepolisian Bukit Aman, Law Hong Soon, mengatakan bahwa polisi memutuskan untuk pergi ke lokasi-lokasi yang pernah disinggahi Huckler dalam upaya untuk mengidentifikasi anak-anak yang mengalami pelecehan seksual oleh tersangka pada 2005-2014.

”Pada saat ini, kami telah mengidentifikasi tempat dan telah pergi ke beberapa lokasi yang dia kunjungi,” katanya, Jumat (3/6/2016).

”Kami juga mencari untuk menemukan anak-anak guna tujuan rehabilitasi,” lanjut dia, seperti dikutip The Star.

Polisi, sambung Hong Soon, juga telah mengidentifikasi orang-orang yang diyakini sebagai kenalan dari Huckle.

”Kami sedang dalam proses pencatatan laporan dari mereka yang telah berhubungan dengan Huckle sambil menunggu Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA) untuk berbagi informasi lebih lanjut dari kegiatan paedophilic di sini,” katanya.

”Kami masih belum menerima laporan dari korban atau pengasuh dan orang tua mereka," katanya lagi.

Ditanya mengapa polisi "gagal" untuk mendeteksi kegiatan terlarang Huckle, Hong Soon mengatakan bahwa pria Inggris itu masuk Malaysia dengan dokumen perjalanan yang sah sebagai pekerja sosial.

”Polisi tidak dapat mengidentifikasi kegiatan mengerikannya terutama karena dia menggunakan web gelap yang hanya dapat diakses oleh anggota,” ujarnya.

Huckle, 30, menghabiskan beberapa tahun dengan memperkosa dan melakukan serangan seksual terhadap anak-anak saat ia berada di Malaysia. Dia dikabarkan bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan fotografer.

Dia ditangkap di Bandara Gatwick di Inggris pada bulan Desember tahun 2014.
(mas)
Berita Terkait
Kronologi Kemerdekaan...
Kronologi Kemerdekaan Malaysia dari Inggris
Malaysia Turut Larang...
Malaysia Turut Larang Masuk Pemegang Visa Jangka Panjang Asal AS dan Inggris
4 Negara Mayoritas Muslim...
4 Negara Mayoritas Muslim yang Dijajah Inggris
Asosiasi Sukarela, Inilah...
Asosiasi Sukarela, Inilah 4 Negara Persemakmuran Inggris di Asia
Jokowi Bangga Daya Saing...
Jokowi Bangga Daya Saing Indonesia Naik Kalahkan Jepang Hingga Inggris
Negara yang Paling Lama...
Negara yang Paling Lama Dijajah, Semuanya Ada di Asia
Berita Terkini
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
25 menit yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
55 menit yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
1 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
2 jam yang lalu
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved